image1(7)

NND’s Story: Social Media Detox

Malam ini, aku mau cerita tentang pengalamanku melakukan Social Media Detox (SMD). Sebenarnya sudah kurang lebih dari sebulan-dua bulan lalu tuh aku merasa “Ok, I’m enough!” with this social media things. I mean Instagram (IG), karena IG satu-satunya social media yang masih aku pakai sampai sekarang. Okelah, kita mulai! — ini ngerjainnya sambil ngedengerin Pak Suami karaokean Secondhand Serenade wakakakaka orang jaman dulu ya, Pak? 😀

 

When I started…

Mungkin awal mula cerita ini akan terbaca seperti curcol ya (HAHA memang curcol kali!). Aku punya IG dari 2011 tapi mulai aktif di IG pada akhir tahun 2013 daaan berlangsung sampai sekarang. I’ve been thru ups and downs. Ada saat dimana seneng banget bisa kenal dan meet and greet sama orang-orang baru (followers) yang akhirnya malah jadi temenan, ada saat dimana aku dan anakku dihujani banyak kasih sayang oleh orang-orang yang bahkan kami nggak kenal. Tapi ada juga saat dimana aku merasa… Nggak tau mau post apa karena terlalu banyak bahan, pernah. Bingung apa lagi yang harus dilakukan karena followers nggak nambah-nambah, pernah. Pusing dicurhatin sama followers, pernah. Lelah sama algorithm IG jaman sekarang, pernah. Stuck kehabisan bahan post, pernah. Have no privacy, pernah. Tapi, satu hal paling berpengaruh banget di aku belakangan ini adalah aku merasa di IG terlalu banyak toxic.

Toxic yang paling aku rasain is the negative vibes. Orang-orang nyinyir tuh bertebaran di seluruh pelosok IG kayaknya. You can judge others without knowing the truth but you act like you know everything. Sekali, dua kali baca, lama-lama I fed my soul with that vibes. I know and I am so grateful di kelilingi oleh followers yang baik-baik banget dan bisa dibilang nggak nyinyir. Tapi walaupun bukan ke aku, sekalipun aku baca nyinyiran orang lain ke orang lain itu rasanya bisa jadi capek banget.

“Kalo nggak mau capek ya nggak usah dibaca toh bukan buat kamu ini kenapa repot banget?” Yes, technically seems as easy as that. Tapi coba deh, kalo setiap loncat ke akun lain whether they posted good or bad tapi tetap ada yang komentar nyinyir, gimana nggak capek? “Coba deh sibukin diri aja biar nggak buka IG terus?” You might know that currently ‘my job’ is here, jadi ya memang sudah pasti setiap hari harus buka IG dan berujung dengan nyasar baca-baca komen ber-negative vibes.

Well, maybe you forget… I’m just another human being. I need a break.

 

So I asked my followers…

Karena aku tahu, aku nggak mungkin ninggalin IG begitu aja as I did to my FB and Twitter accounts hehehe, aku kepikiran untuk melakukan SMD. Pernah denger dari beberapa teman kalau SMD ini bermanfaat banget, cuma jujur waktu itu aku nggak begitu ngeh dengan prosesnya. Nah ya sudah, akhirnya aku iseng-iseng tanya di IGstory daaan ternyata banyak banget balesan dari para teman dan followers-ku.

Inti dari SMD adalah menonaktifkan social media yang kita punya. Bisa dengan cara di-logout, dihapus aplikasinya, dimatikan notifikasinya, pokoknya nggak main social media. Dari hasil sharing di IGstory, durasi waktu SMD yang mereka lakukan itu bervariasi banget, tapi rata-rata antara 2 minggu sampai 2 bulan. Ada juga yang rutin melakukannya per 3 hari sekali. Ada lagi yang pernah melakukannya selama 7 bulan non-stop! The choice is yours! Oh ya menurut mereka, the first day was the hardest. Ada banyak godaan yang bikin pingin buka IG, nah kuat-kuatan deh tuh… Besaran niat mau SMD atau besaran godaannya 😀

Alasan mereka melakukan SMD juga macem-macem. Ada sama sepertiku, capek dengan negative vibes. Ada juga yang ingin fokus skripsi/ujian, merasa jadi mudah iri dengan teman/seleb yang lebih bahagia, merasa sudah kecanduan main IG, capek sama drama yang ada di IG, ingin lebih hemat dalam pemakaian kuota, dan lain-lain. Efek yang terjadi paska melakukan SMD pun menarik banget… Dari DM yang mereka kirim ke aku, rata-rata mereka merasa lebih bahagia, lebih positif, dan lebih enteng. Lebih bersyukur atas diri mereka sendiri dan apa yang sudah mereka miliki, jadi nggak melulu pingin punya hidup seperti orang lain. Lebih menghargai orang lain untuk berinteraksi dengan mereka secara langsung. Jadi intinya, lebih sehat secara mental 🙂

 

How it goes and what I feel…

SMD yang aku lakukan ini memang terganjal di durasi sih. Aku nggak bisa ambil waktu terlalu lama, karena khawatir tabrakan dengan timeline klien. Nah kemarin aku langsung cek kalender, untung banget ada waktu tiga hari kosong, jadilah aku pakai waktu tersebut untuk melakukan SMD. Cara SMD yang aku lakukan: aku pindahkan aplikasi IG ke halaman paling belakang jadi it seems as if aplikasinya nggak ada, oh iya aku selalu mematikan notifikasi jadi ya semua aman-aman aja 😀

  • Hari pertama: begitu pagi bangun tidur, pegang handphone, langsung lupa buka IG. WAQAQAQAQA. Memang sih saat itu aku belum pindahin aplikasi ini ke halaman paling belakang. Cus deh, langsung aku pindahin. Di hari pertama ini, aku habiskan dengan nonton film dan main games all day long! Ada 3 film yang aku tonton di hari itu dan level games akupun melonjak drastis semenjak khusuk mainnya (yang penasaran games-nya apa nanti aku share di IGstory ya), hahahaha. And guess what? Aku sama sekali nggak ada niatan mau buka IG! Kayak bener-bener free and happy. Untuk masalah kerjaan juga aku sampaikan sama beberapa klien kalo aku lagi SMD dan belum bisa buka IG dulu untuk beberapa hari ke depan. Gladly, mereka nggak masalah. Woohoo!
  • Hari kedua: aku ketemu sama beberapa mamak-mamak sekolah anakku. Di saat ngobrol dan mereka buka IG, aku sempet bengong sih, tapi nggak apa-apa just a few seconds dan akhirnya aku jadi cukup bawel ngobrol terus dengan mereka 😀 Di hari ini, bisa dibilang bahkan aku lupa kalo masih punya aplikasi IG. Separah itu? Iya, kalo di aku. Mungkin karena aku terlalu niat dan pingin melakukan SMD ini, jadi kayak nawaitu-ku memudahkan jalanku untuk SMD. HAHAHAHA.
  • Hari ketiga: sempet mellow karena ini bakalan jadi hari terakhir aku SMD. Lebay? Nggak juga. Anyhow, aku mulai menikmati ritme hidup yang seperti ini walaupun aku tahu, life is full of choices. I choose to be in this way, jadi ya harus dijalani dengan sebaik mungkin. Bye, the last day! 😉

Yang paliiing aku rasain adalah aku jadi lebih menikmati hidup with clear minds and happier soul. Hidup dalam 3 hari ini tanpa tahu bagaimana kehidupan di sosial media itu nyamaaan banget… I feel like I recharged myself, and it is positive! Kepingin deh untuk melakukan SMD lagi nanti kalau ada lagi waktunya 😀

 


Buat kalian yang pingin coba SMD, yuk atuh! If you feel something wrong with you and somehow it’s because of social media, just take a break. Taking a break is healthy for you. Do SMD is healthy for you. Nah, kalau kalian setelah baca tulisan ini akhirnya melakukan SMD, please share your experience when you’ve done it. Aku tunggu di kolom komen ya! Good luck, babes!

 

 

 

Always Love,

Aninda — The-A-Family

1,665 total views, 1 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

1,666 total views, 2 views today

Other posts

Leave a Reply