Processed with VSCO with t1 preset

Parenting: School Day 1

Aloha! Sudah kurang-lebih tiga minggu nih Une resmi jadi anak SD. Dari hari pertama sekolah aja, pulang-pulang udah nangis. Duh… Kenapa sih?! Kirain ada apa-apa di sekolah.. Tahunya, malah nggak mau pulang! Hadeeeh hahahaha.. Masih mau main-main sama teman-teman baru katanya. Une juga berkali-kali bilang sekolahnya seru. Well, gimana sih caranya aku dan Une mempersiapkan hari pertama jadi anak SD? Let’s check it out!

 


Sebulan sebelum hari H

Une masuk SD di usia 6 tahun. Mungkin banyak yang pingin tahu kenapa Une dimasukkan ke SD di usia 6 tahun ini. Jadi sebenarnya, setahuku syarat masuk mostly SD swasta itu usia minimumnya 5 tahun 9 bulan, kalau SD negeri wajib sudah berusia 7 tahun. Di bulan Juni ini, usia Une pas banget 6 tahun. Awalnya dulu banget, aku memang sempat kepikiran pingin Une sekolah negeri aja, namun kalau begitu Une harus nunggu setahun lagi di TK B, jadilah tak jadi. Begitupun ketika aku memilih memasukkan Une ke SD di usia 6 tahun pas, nggak lantas langsung aja gitu. Aku sempat mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan ibu guru Une di TK B (kebetulan banget ibu gurunya ini adalah ibu guru yang sama sejak Une KB dan TK A jadi sudah khatam paham akan Une). Aku menanyakan bagaimana perkembangan Une sejauh ini, apakah sudah cukup pantas untuk masuk SD di tahun ini atau harus menunggu setahun lagi. Menurut beliau, Une sudah cukup siap untuk masuk SD di tahun ini, so I have nothing to worry about. Akhirnya, mulai saat itu Une privat calistung (baca tulis hitung) dengan ibu guru TK-nya ini. Tujuanku supaya nanti ketika lulus TK, Une sudah bisa calistung dengan lancar dan alhamdulillah terpenuhi tujuanku tersebut πŸ˜€

Nah, itu sebenarnya prolog sih sebelum masuk ke inti cerita sebulan sebelum masuk SD, hahahaha. Jadiii, sebulan sebelum masuk SD, anak-anak lulusan TK tuh libur panjaaang banget (termasuk Une). Aku sempat bingung takutnya matgay kalau diam aja di rumah karena libur selama itu. Untuk mengisi liburan, aku sempat ajak Une mengikuti holiday program di salah satu tempat les Bahasa Inggris, plus aku beliin Une buku ‘Summer Brain Quest between Grade K and 1’ supaya Une nggak lupa dengan calistungnya, hahahaha. Oh ya, selain itu kemandirian Une juga aku coba persiapkan sebaik mungkin. Misalnya, aku ajari cara melipat pakaian (karena nanti di SD dia harus berganti pakaian saat pelajaran olahraga), menyimpan barang-barangnya sendiri, mengingat apa saja yang harus dibawa dan dikembalikan ke dalam tas agar tidak tercecer, dll. Semuanya berlangsung lancar, alhamdulillah.

 


Seminggu sebelum hari H

Diisi dengan ngambil seragam di sekolah baru dan beli perlengkapan sekolah mulai dari kaos dalam sampai tempat bekal, hahaha. Ini tuh ter-riweuh tapi ter-happy. Tips dariku: catat apa saja yang dibutuhkan di notes HP lalu langsung beri tanda checklist begitu barang yang dicari sudah didapat – bener-bener nolong deh daripada harus buka-buka kertas catatan. Di minggu ini juga, aku mulai jelaskan kepada Une tentang apa itu SD, bagaimana sih gambaran umumnya sekolah SD itu, seperti apa sih pengalamanku saat SD dulu; semuanya aku bagikan pada Une. Aku kepingin dia siap secara mental akan hal-hal yang mungkin akan dia hadapi nanti.

 


Sehari sebelum hari H

Malam itu, aku ajak Une mengobrol di kamar. Aku ambil kertas dan bolpen, lalu aku gambar orang. Aku bilang padanya, “Une, ini ceritanya gambar orangnya adalah Une kecil. Une cita-citanya mau jadi apa?” Dia jawab, “Aku mau jadi tentara!” *memang yaaa anak kecil beda-beda terus cita-citanya hahahaha perasaan kemarin pesepak bola eh sekarang lompatnya jauh bener jadi tentara hahaha ampyuuun* Terus, dari gambar Une kecil tersebut aku tarik garis panjang ke samping dan aku gambar tentara di ujung garis. “Une tau nggak gimana caranya biar jadi tentara?” Dia menggeleng. “Garis yang ini nih yang akan membuat Une dari Une yang sekarang masih kecil umur 6 tahun untuk menjadi tentara nantinya. Kira-kira yang bisa merubah Une dari anak-anak jadi tentara itu apa?” Dia menggeleng lagi. “Belajar. Sekolah. Kalo Une mau suatu hari nanti Une jadi tentara, Une harus mulai dengan belajar di sekolah. Nah, awal mula garis belajar Une tuh dari sini kan *aku tunjuk garis yang paling kiri yang nempel dengan gambar Une kecil*, ini dimulainya dari besok, Une. Besok adalah awal mula Une untuk menjadi seorang tentara. Wah, keren nggak tuh?” Mata Une berbinar-binar terus mengangguk. “Jadi, mulai besok Ibu tahu Une akan selaluuu semangat belajar di sekolah karena Une mau jadi tentara. Bener nggak?” “Bener, Ibu!” πŸ˜€

Menurutku, tak perlulah aku ngomong dari A sampai Z kasih nasihat ke Une untuk selalu semangat bersekolah, yang aku butuhkan hanya membuat Une sadar kalau dia perlu bersekolah untuk menggapai cita-citanya. It’s okay jika suatu hari nanti dia merubah lagi cita-citanya, intinya tetap perlu bersekolah untuk menggapai hal tersebut. Karena aku yakin, once dia paham akan proses berpikir seperti ini, InsyaaAllah he won’t lose his track πŸ™‚

 


Di hari H

Pagi itu, kami bangun sangat pagiii hahahaha namanya juga newbie. Une diantar oleh aku dan ayahnya, kami berangkat sekolah jam 6 lewat sedikit. Kenapa pagi banget? Karena di sepanjang jalanan ke sekolah Une itu ada 3 sekolah lain yang pastinya bikin kemacetan juga, jadi amannya memang di jam tersebut untuk hari pertama sekolah. Kami sampai sekolah jam 06:20 dan langsung bawa Une masuk ke kelasnya. Everything’s good, Une mulai kenalan dengan teman-teman barunya. Tidak lama kemudian, Une berbaris di lapangan bersama dengan seluruh guru dan semua teman-teman sekolahnya dari kelas 1-6. Aku dan suamipun pulang.

Karena masih hari pertama, pulang sekolahnya pun cepat banget, jam 10:30 sudah pulang. Nah itu dia, pas aku jemput eh Une nangis-nangis. Ternyata dia sudah janjian sama teman-teman barunya mau main bola pulang sekolah… eh tiba-tiba si mamak ini malah jemput. Hahahaha ciyaaan deh Une. Aku bilang besok-besok juga bisa puas main di sekolah, masih panjaaang waktumu sekolah di sini, Nak. ((DAN MASIH PANJAAANG WAKTU MAMAK HARUS BAYAR SPP SEKOLAHMU NAK)) ((HAHAHAHA))

 


5 things I love from this school

Mohon maaf sebelumnya, aku nggak bisa share Une sekolah di mana ya πŸ™‚ Jadi, dalam kurang lebih 3 minggu Une bersekolah di sini, ada 5 hal yang aku suka dari sekolah ini (dan aku baru tahu setelah Une menjadi murid di sekolah ini). And there are:

  1. Adanya medal & warning box – sistem ini berlaku di dalam kelas. Pasti sudah banyak ya sekolah yang menggunakan sistem ini, nah aku merasakan banget efek ini di diri Une. Une benar-benar terpacu untuk do his best in school, bahkan dia sampai ngecek sendiri buku-buku dan barang-barang yang harus dia bawa karena nggak mau masuk ke warning box. Setiap hari juga Une selalu laporan ke aku dan ayahnya berapa medal yang dia dapatkan dan kenapa dia bisa dapat medal tersebut. And what I appreciate from him is ketika ada temannya yang memiliki medal lebih banyak dari dia, dia tuh nggak iri tapi malah menyemangati dirinya sendiri untuk gain another medal next day, “Si A dapet medal lagi hari ini, Bu. Aku cuma dapet 2, dia dapet 4. Tapi nggak apa-apa Bu, ‘kan besok bisa dapet medal lagi.” I’m sure the teacher taught a good thoughts about this πŸ™‚
  2. Adanya weekly program (alias kegiatan belajar di kelas per mingguan tuh ngapain aja) yang diberikan kepada orangtua. Gunanya supaya anak bisa ‘curi start’ intip-intip pelajaran buat besok tuh apa aja yaaa.. Yang lebih serunya weekly program ini sangat detil bahkan sampai pelajaran menggunakan buku apa dan halaman berapa juga dicantumkan. Aku sebagai orangtua yang kepo *wkwkwkwk* jujur jadi super happy karena hal ini mempermudah aku memenuhi kekepoanku anakku belajar apa. Biasanya setiap malam saat lagi beberes buku pelajaran, aku sambil ajak Une buka-buka halaman yang besok akan dipelajari. Yeay, Ibu Ninda jadi ibu guru di rumah! πŸ˜€
  3. Adanya kalender akademik setahun penuh (diberikan saat dimulainya tahun ajaran baru). Ini super duper membantu both of anak dan orangtua untuk tahu kapan akan ulangan dan kapan akan liburan hehehe jadi bisa bikin jadwal liburan dari sekarang! *aku ni ibu macam apa di pikirannya libur terus hahahaha* Nah, weekly program dan kalender akamedik dulu pas jamanku menuntut ilmu tuh baru aku dapetin pas kuliah deh… Alhamdulillah banget sekarang dari SD aja udah ada beginian πŸ™‚
  4. Sistem keamanan yang baik dan rapi. Apalagi kalo udah soal jemput sekolah – penjemput harus bawa nametag, nama anak dipanggil satu-satu pake mic, belum lagi rame banget suasana jemputnya tuh sudah kayak nunggu open gate konser rameee banget hahaha – tapi pihak keamanan sekolah baik banget handling hal ini πŸ˜€
  5. Ekstrakulikuler yang beragam dan coach/guru ekskulnya memang mereka yang pro and capable dalam hal ini. Une ambil ekskul taekwondo dan futsal (tadinya dia mau ambil basket juga tapi ternyata jam latihan basketnya bertabrakan dengan jam latihan futsal huhuhu). Mungkin sama dengan sekolah lain, demi memaksimalkan kemampuan anak di ekskulnya ini nanti akan ada kejuaraan-kejuaraan gitu katanya. Cannot wait to see my baby boy ikut-ikut lomba! Gemewsss!

 

Processed with VSCO with t1 preset

Processed with VSCO with t1 preset

Processed with VSCO with t1 preset

 


Yeay, dats all for school day 1! Nanti aku akan sambung lagi dengan beberapa tips menghadapi masalah-masalah yang umumnya dihadapi sama anak baru SD, hehehe. Yang mau komen, boleh di bawah sini. Yang mau share cerita ini ke keluarga/teman yang membutuhkan, boleh banget. Have a good day! πŸ˜€

 

 

Always Love,

AnindaΒ β€” The-A-Family

3,853 total views, 35 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

3,854 total views, 36 views today

Other posts

Leave a Reply