Processed with VSCO with c1 preset

Parenting: MPASI ala Ayra (Part 1 โ€• Persiapan, Perlengkapan MPASI, dan Tips)

Hai, jumpa lagi denganku! Gilak ya, aku baru ngeh ternyata banyak banget DM sampai chat yang masuk baik dari followers maupun teman sendiri yang minta ditulisin tentang MPASI. Terimakasih lho apresiasinya, senang banget! Aku jadi semangat nih nulisnya wkwkwk ๐Ÿ˜€

Well, MPASI memang sebuah babak baru di dalam dunia pengasuhan setelah 6 bulan pertama berkutat dengan ASI (atau susu formula). Fiuh, finally. Aku jamin, pasti nggak ada ibu yang nggak excited menyambut MPASI anaknya, hehehe. Apalagi kalau anak pertama. Untung Ayra dan abangnya berbeda cukup jauh yaitu 5 tahun, jadi deg-deg-ser excited-nya sudah mulai berasa lagi.

 

Persiapan MPASI

Jujur, sekitar 5 bulan sebelum Ayra mulai MPASI, aku sudah mulai cari tahu soal MPASI jaman now. Pas aku baca, deg, ternyata beda dengan jaman Une dulu. Satu perbedaan yang paling mencolok adalah MPASI jaman dulu banyak pantangannya (ada beberapa bahan makanan yang baru boleh dimakan di umur 7 bulan, 8 bulan, and so on), sedangkan MPASI jaman sekarang tidak ada pantangannya sama sekali (semua bahan makanan boleh dicoba dari usia 6 bulan selama tidak ada indikasi alergi pada anak). Lalu, MPASI jaman dulu pakai 4 days rules (memberikan makanan yang sama selama 4 hari berturut-turut untuk melihat reaksi pada anak ada alergi atau tidak), sedangkan MPASI jaman sekarang tidak pakai rules seperti itu yakni anak diberikan makanan berbeda setiap harinya. Hmm.. Aku langsung garuk-garuk kepala.

Untuk MPASI jaman sekarang, berdasarkan saran WHO, anak harus diberikan menu tunggal selama 14 hari pertama MPASI. Menu tunggal itu berbeda-beda setiap harinya. Misalnya: bubur beras putih untuk pagi dan puree apel untuk sore di hari pertama, bubur beras merah untuk pagi dan air jeruk peras untuk sore di hari kedua, and so on. It means, harus beli bahan makanan terus (walaupun hanya terpakai sedikit), karena tidak ada bahan makanan yang boleh diulang selama 14 hari pertama itu. Kemudian, karena menu makanan setiap hari berubah dan tidak ada pengulangan, ortu juga jadi sulit untuk menentukan mana makanan yang memicu alergi atau konstipasi pada anak. Setelah 14 hari itu, baru deh anak masuk ke MPASI 4 bintang (karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan sayur (ada juga yang menambahkan lemak tambahan)).

Akhirnya, aku coba mengonsultasikan hal ini ke DSA-nya Ayra. Beliau bilang, sebenarnya dari hari pertama anak MPASI sudah boleh dikasih menu 3 bintang atau 4 bintang asal konsistensi (kekentalan) makanan dan teksturnya dibuat sehalus mungkin. Aku juga bertanya soal 4 days rules ke beliau, katanya jika ragu boleh saja memakai pola tersebut. Namun, jika khawatir anak akan menjadi bosan karena makanannya diulang-ulang, bisa dipersingkat waktunya jadi cuma 2 hari saja. Setelah berkonsultasi dengan ibu dokter, jujur jadi lebih terbuka sih pikiranku soal MPASI jaman now ini.

Aku juga sempat curcol dengan ibu dari temannya Une yang kebetulan punya anak kedua seumuran Ayra juga. Ternyata pengalamannya sama, sama-sama pusing soal MPASI yang berbeda sekali dengan jaman dulu. Setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya kita sepakat kalau MPASI should be fun dan jangan sampai merepotkan diri sendiri (bayangin… kalo emaknya aja udah repot, gimana anaknya.. hahaha). Kelar ngobrol sama temanku itu, aku iseng-iseng buka email jaman dulu dan eng-ing-eng… nemu menu MPASI-nya Une dong!!! Menu MPASI yang dulu sengaja aku bikin supaya aku nggak bingung. Wuih, rasanya kayak ketemu mantan eh salah harta karun! Langsung aku buka dan aku baca, selesai baca kayak langsung dapat ilham. Cling-cling-cling… I know what to do!

Akupun memutuskan untuk menggunakan menu MPASI Une jaman dulu kepada Ayra. Walaupun untuk makanan yang menggunakan 4 days rules, aku ubah semuanya menjadi 2 hari saja. Susunan menunya mirip-mirip, bahan makanannya juga sama semua. Tidak ada menu tunggal juga. Selain memang tidak disarankan dokter, aku pribadi agak kurang sreg dengan menu tunggal ini sih. Alasannya ya seperti yang aku tulis di atas itu. Hehehe. Ini aku lho ya, kalau tetap mau pakai menu tunggal ya silahkan. Feel free to disagree ๐Ÿ™‚ (menu-menunya seperti apa akan aku share di cerita part 2 ya)

 

Perlengkapan MPASI

 

IMG_8179

 

Nah, untuk perlengkapannya memang lumayan banyak sih. Lagi-lagi, kembali lagi ke ortunya mau dibawa ribet atau nggak. Aku pernah sih ketemu ortu yang beli perlengkapan MPASI dari A sampai Z buat anaknya, yes I know theyโ€™re too excited, tapi pas aku lihat banyak banget yang sebenarnya nggak terpakai atau hanya terpakai sebentar saja. โ€˜Kan sayang ya.. ๐Ÿ™

Karena ini pengalaman keduaku bergulat dengan MPASI, jadi sedikit banyak aku cukup bisa memilah mana yang perlu, kurang perlu, dan tidak perlu. Hereโ€™s my list:

  • Food processor: merk Babymoov Nutribaby (warna cherry). Alat ini all-in-one: bisa mencairkan/menghangatkan makanan, mengukus, dan menghaluskan (blender). Menurutku, alat ini sangat berguna dan perlu punya karena mudah banget tinggal colok listrik aja. Dulu waktu jaman Une MPASI, aku belum punya alat ini. Jadi ya beli kukusan lagi, hand-blender lagi, terus kalau mau ngecairin kaldu/ngangetin bahan makanan harus masukin ke mangkok isi air panas dan menunggu lama. Nggak praktis deh. Nah, dengan pakai alat ini jadi nggak ribet sih. I like it.
  • Slow cooker: merk Takahi ukuran 0,7 L (lungsuran punya Une dulu). But so far karena makan Ayra masih yang kukus-blender aja, jadi alat ini belum aku pakai. Seingetku dulu pas Une pun baru pakai alat ini di usia 7-8 bulan. It works like magic sih! Sebelum tidur malam tinggal masukkan bahan makanan yang mau dimasak ke dalam alat ini, colok listrik, tinggal tidur, dan besok paginya… tadaaa sudah jadi bubur!
  • Food storage: serunya saat MPASI tuh kita bisa masak banyak dan simpan hasil masakan kita itu di dalam food storage untuk dipakai sewaktu-waktu. Biasanya makanan yang disimpan ini seperti puree, kaldu, daging sapi/ayam yang sudah dikukus, buah potong, dsb. Supaya awet, tetap segar, sehat, dan bersih masukkan deh ke dalam food storage. Food storage ini bisa macam-macam, ada yang pakai plastik ziplock, botol ASIP, tempat makan, dll. Kalau aku, aku pakai food storage dari Brother Max, Baby Cubes, dan Freezer Pods. Food storage ini butuh banyak sih menurutku, apalagi kalau stok makanannya juga banyak. Oh iya, aku pribadi prefer untuk menggunakan wadah seperti merk-merk yang aku sebutkan tadi dibandingkan dengan menggunakan plastik, tujuannya untuk mengurangi banyaknya sampah.
  • Piring / mangkok: merk Brother Max dan Nuby. Beli agak banyakan nggak apa-apa, karena pasti akan terpakai. Untuk permulaan MPASI, I prefer a bowl than a plate ya.
  • Tempat makan on-the-go: merk Tommee Tippee yang warna pink. Why? Because itโ€™s tiny and cuuutte! Lol!
  • Gelas / sippy cups: merk Doidy Cup dan Nuby. Doidy cup itu yang gelasnya miring itu lho, katanya mempermudah anak untuk belajar minum sendiri. Untuk Nuby, aku punya 2 jenis: Grip nโ€™ Sip (bisa dari 4m+, cara minumnya dikenyot dan disedot (bisa gonta-ganti)) dan Nuby Stainless Steel Straw Cup (12m+).
  • Termos: merk Nuby. Berguna banget buat kocok-kocok piring/gelas bersih sebelum dipakai.
  • Sendok: merk Nuby, yang ada heat sensor-nya. Menurutku, nggak ada salahnya punya sendok agak banyak karena memang kepakai banget sih. Aku beli 2 set (dapat 6 buah).
  • Bib: merk Mothercare untuk yang berbahan kaos dan handuk, dan merk Tommee Tippee untuk yang berbahan plastik. Hmm.. Jujur aku lebih suka yang berbahan handuk sih, karena makanan yang terjatuh lebih mudah nempel dan mudah dibersihkan juga. Bib handuk Mothercare awet banget lho, Ayra pakai yang punya Une dulu. Padahal dulu setiap hari Une pakai, jadi sudah berpuluh kali dicuci, tapi tetap oke lho bahannya. Super love.
  • High chair / kursi makan: merk Yamatoya, namun ternyata Ayra belum bisa duduk di kursi ini karena belum bisa duduk sendiri. Nggak sabar pingin Ayra bisa makan sambil duduk di sini ๐Ÿ™‚ Saranku sebisa mungkin pilih high chair yang berbahan dasar kayu atau plastik agar mudah dibersihkan. Pengalaman nih, waktu Une aku pakai high chair yang ada alas duduknya dan berbahan kain jadi makanan atau minuman yang tumpah-tumpah terserap di alas duduk itu, huhuhu, susah banget deh dibersihkan. Oh ya, satu lagi: cari yang modelnya simpel. Kalau yang terlalu heboh percaya deh akan lebih banyak ruang untuk makanan-makanan yang nyelip, dan lagi-lagi PR banget ngebersihinnya ๐Ÿ™ Kalau untuk sekarang ini Ayra duduk di Bumbo Multi Seat kalau sedang makan. Kursi ini berguna banget untuk membantu Ayra belajar duduk sendiri.
  • Kitchen utensils: saringan kawat, pisau, talenan, parutan, pemeras jeruk, saucepan keramik (aku pakai merk Fincook), dan sodet. Menurutku penting untuk beli baru dan dipakai untuk keperluan anak aja ya (pemakaian nggak dicampur sama masak biasa di rumah). Kenapa harus beli baru? Karena pisau dan talenan di rumah sudah sering dipakai untuk memotong cabai, parutan sudah sering digunakan untuk memarut kunyit, dsb. So, better beli baru aja.
  • Thermal bag: merk Natural Moms. Aku pakai ini untuk bawa makanan Ayra saat berpergian. Ada ice-gel-nya yang bisa dihangatkan dan ditaruh di dalam thermal bag ini, makanan Ayra jadi tetap hangat dan fresh deh.
  • Pembersih: sabun cuci piring khusus bayi/anak (aku pakai merk Cussons), sikat botol, spons, dan tempat untuk mengeringkan piring/gelas basah.

NOTE: pemilihan merk dan kebutuhan tiap perlengkapan di atas bisa berbeda-beda ya. Ada yang mungkin menurutku sangat penting, tapi tidak bagi ortu lain, sah-sah aja kok. Oh ya, banyak anak-anak yang setelah umur 1 tahun diberikan makanan seperti makanan orang dewasa di rumah (seperti Une dulu), sehingga ada beberapa perlengkapan yang memang hanya terpakai sampai usia 1 tahun saja. Tapi, ada juga beberapa temanku yang anaknya tetap makan dengan menu sendiri sampai usia 3 tahun, sehingga perlengkapan tersebut awet dipakai sampai anak besar. Ada lagi yang berpikir untuk beli agar bisa dilungsurkan ke anak kedua, ketiga, dst. Jadi, semuanya kembali lagi ke ortu masing-masing ya ๐Ÿ˜€

 

Tips Persiapan dan Perlengkapan MPASI

  1. Banyak belajar dulu sebelum memulai MPASI. Waktu itu aku sampai browsing jurnal ilmiah tentang solid food (MPASI) ini, bisa juga baca-baca artikel dalam dan luar negeri. Jika tetap merasa ragu, coba tanya pada orang yang memang berpengalaman atau praktisi di bidang per-MPASI-an. Oh iya, banyak kok kelas seminar MPASI gitu, menarik juga lho buat diikuti.
  2. Setelah banyak belajar, mungkin akan ada pikiran: โ€˜ribet banget sih MPASI!โ€™ Sebenarnya nggak ada MPASI yang ribet, semua tergantung kita mau pakai cara yang mana. Mau pake menu tunggal atau tidak, mau pakai 4 days rules atau tidak, mau membuat MPASI homemade atau tidak, itโ€™s your choice. But, you should remember one thing: your kid, your responsibility. So, give your best! ๐Ÿ™‚
  3. Untuk perlengkapan MPASI, mulai browsing-browsing juga dari jauh hari biar ketemu yang pas di hati dan di dompet, hehehe. Pasti nanti akan ketemu tuh satu jenis barang dari dua merk berbeda dan galau mau beli yang mana ๐Ÿ˜€ Kalau ketemu masalah seperti itu saranku coba lebih banyak baca review orang deh, pasti lebih membantu dalam menentukan pilihan.
  4. Nggak perlu gengsi! โ€˜โ€˜Ibu A, Mama B, Bunda C aja pake merk ini, masa gue nggak?โ€™โ€™ Stop thinking like that babe, hehe. Pokoknya semua perlengkapan kembali lagi ke fungsinya kok, bukan ke merknya.
  5. Bikin list perlengkapan mana aja yang perlu dibeli. Ini menghindari diri dari penyesalan karena โ€˜laper mataโ€™.

 


Seru โ€˜kan mempersiapkan MPASI itu? ๐Ÿ˜€ Nah, ini baru part 1 ya, secepatnya akan aku selesaikan part 2-nya setelah Ayra kelar MPASI bulan pertama. Spoiler di part 2 akan ada T&C MPASI ala aku, menu MPASI Ayra, diary MPASI Ayra day by day, dan Insyaa Allah akan ada resep MPASI juga. Whoโ€™s excited??? ๐Ÿ˜€

Bagi yang mau sharing tentang persiapan dan peralatan MPASI, cus komen di bawah sini ya. Thank you for reading!

 

 

 

Always Love,

Anindaย โ€” The-A-Family

9,344 total views, 7 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

9,345 total views, 8 views today

Other posts

  • Ibu ninda ak suka bgt baca blog nya!!! Memberi pengetahuan bgt walaupun ak masih jomblo wkwkwk๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ senang bgt bacanya dan jd suka berandai2 gitu bu lol sehat selalu utk keluarga ibu!

    • Halo, salam kenal yaaa.. Aku nggak pakai nanny sih, hanya mbak aja. Tapi itu juga cuma untuk pegang anak-anak dan ajak main. Urusan MPASI, aku kerjain sendiri ๐Ÿ™‚

  • COMMENTS (6)

    1. Erina 26th January 2018 at 8:08 am -

      Ibu ninda mengerjakan semua sendiri atau ada nanny bu?

      Reply
      • The-A-Family 28th January 2018 at 9:35 am

        Halo, salam kenal yaaa.. Aku nggak pakai nanny sih, hanya mbak aja. Tapi itu juga cuma untuk pegang anak-anak dan ajak main. Urusan MPASI, aku kerjain sendiri ๐Ÿ™‚

        Reply
    2. Tania 10th January 2018 at 7:25 pm -

      Bib artinya apa ya bu??

      Reply
      • The-A-Family 25th January 2018 at 11:01 pm

        Bib itu tadah liur tuh yang dipakai di leher saat makan. Hehehehe, tau kan?

        Reply
    3. Tania 10th January 2018 at 7:23 pm -

      Ibu ninda ak suka bgt baca blog nya!!! Memberi pengetahuan bgt walaupun ak masih jomblo wkwkwk๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ senang bgt bacanya dan jd suka berandai2 gitu bu lol sehat selalu utk keluarga ibu!

      Reply
      • The-A-Family 25th January 2018 at 11:00 pm

        Berandai-andai cepet punya anak yaaa, hihihi.. Thank you ya sayang! ๐Ÿ˜€

        Reply

    Leave a Reply