NND’s Story: Being a (new) Mom

Di sebuah pagi beberapa hari lalu, aku teleponan dengan Mba Mila. Yang belum tahu, Mba Mila itu instruktur yoga hamil saat aku hamil Ayra dulu. Singkat cerita karena Mba Mila super baik dan supel banget orangnya, kami jadi dekat. Di telepon kemarin itu, tiba-tiba Mba Mila bertanya ke aku tentang apa sih momen yang paling menantang selama proses menjadi ibu? Apakah saat hamil, melahirkan, menyusui, atau mengasuh?

This question brought my memories back. Semua hal yang terjadi saat hamil, saat melahirkan, pertama kali menyusui anak, pertama kali begadang… Aku katakan pada Mba Mila, bagiku pribadi momen yang paling menantang adalah hari-hari pertama di rumah setelah melahirkan. Tubuh yang baru saja “turun mesin” dan belum sepenuhnya fit seperti sedia kala, harus “dipergunakan” untuk menjaga si buah hati. Ibaratnya dari melahirkan sampai harus mengasuh anak tuh nggak ada jedanya dulu, langsung, tiba-tiba. Buat sebagian ibu yang tidak siap dengan keadaan ini pasti bawaannya kesal karena capek. Well, itu manusiawi.

Di sisi lain, ketika punya anak pasti semuanya berubah. Pola hidup, cara berpikir, perilaku, dan banyak hal lain pasti berubah. Yang baru punya anak pertama, jelas perubahan ini pasti terasa banget. Dulu masih bisa tidur dan bangun sesuka hati, sekarang boro-boro bisa tidur aja syukur. Dulu mau berduaan malam mingguan sama suami bisa bebas pulang jam berapapun, sekarang baru aja pergi sudah kepikiran anak. Dulu mau makan apa aja terserah deh nggak ada yang larang, sekarang cuma bisa lihatin makanan favorit karena takut anak alergi. Dan masih banyak dulu VS sekarang lainnya.

Ah kalau sudah punya dua anak mah sudah biasa aja kali.. Lho kata siapa? 😀 Iya benar, memang sudah punya pengalaman sebelumnya tentang perubahan tersebut, tapi situasinya juga sama-sama berubah ‘kan? Dulu punya satu anak, sekarang punya dua anak. Dulu anak tidur bisa ikutan tidur, sekarang anak pertama tidur eh anak kedua bangun jadi nggak tidur-tidur. Dulu kalau anak sekolah aku bisa ngerjain kerjaan yang numpuk, sekarang kalau anak pertama sekolah aku harus ngurusin anak kedua. Intinya sama: perubahan. Perubahan itu pasti terjadi dan kita tidak akan pernah bisa menjadi diri kita yang dulu lagi.

Merasa kaget dengan suatu perubahan yang ada itu wajar. Satu hal yang bisa dilakukan terhadap perubahan itu; beradaptasi. Jangan pernah dilawan, karena kita sedang belajar mengikuti sebuah pola.

Lalu, setelah aku katakan bahwa yang paling menantang adalah hari-hari setelah melahirkan plus perubahan yang terjadi, Mba Mila bertanya lagi, “Misalnya Mba Ninda lagi capek banget setelah begadang seharian, apa sih yang bikin Mba Ninda senang dan semangat lagi? Bantuan dari suami (anak diurus ayahnya dulu)? Bisa istirahat yang lama?” Aku jawab, “Bukan itu.”

Satu hal yang paling bisa meredakan itu semua: ikhlas. Aku selalu bilang pada diriku sendiri untuk ikhlas. Ikhlas capek begadang, ikhlas menerima perubahan, ikhlas menjadi ibu untuk anak ini. Biasanya setelah aku mengajak diriku untuk ikhlas, entah dari mana aku merasa seperti punya kekuatan dan jauh lebih tenang. Satu lagi, Allah seperti memudahkan urusanku. Misalnya, ketika tengah malam Ayra (yang baru beberapa hari umurnya) tidak mau tidur. Aku mulai gelisah sambil menggendong Ayra; mataku mulai panas karena mengantuk, kakiku mulai pegal dan sakit, tenagaku hampir 0% (sudah kayak cicilan hahaha). Aku kemudian berbisik di telinga Ayra, “Ibu ikhlas sayang.. Ya Allah, aku ikhlas..” Nah ketika itu, entah bagaimana aku seperti mendapat kekuatan ― apa-apa yang aku rasakan tadi mulai hilang ― dan tidak butuh waktu lama Ayra pasti tidur. I don’t know how could it be, tapi aku mengalami hal itu berkali-kali. Ilmu ikhlas itu sangat terpakai di tahapan ini.

Ketika kita nggak ikhlas, padahal sudah dikasih istirahat selama 1/2 hari pun pasti ketika mengasuh anak kembali rasanya kesal dan gelisah aja. Ketika kita nggak ikhlas, padahal suami sudah megang anak terus rasanya masih belum cukup aja. Dan ketika Mba Mila dengar jawabanku ini, dia sepertinya agak kaget, mungkin nggak ada yang pernah jawab sekompleks aku kali ya. Sudah kayak jawab essay bokkk, panjang banget, hahaha…

Intinya, menjadi seorang ibu dengan entah berapapun anaknya pastilah terjadi yang namanya perubahan, sehingga pasti membutuhkan adaptasi dan keikhlasan 🙂

 

 

Always Love,

Aninda — The-A-Family

 

 

3,888 total views, 3 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

3,889 total views, 4 views today

Other posts

  • Duh cerita bu ninda gak pernah, gak bikin kena hati. Bener banget bu ninda. Mau bagi cerita jg gpp ya bu nin. Kalau aku ini baru anak pertama memang berubah bgt. Tapi gak tau ini namanya sama dgn ikhlas atau engga. Kalau aku gak pernah ngeluh cape pdahal cape bgt, apalagi lihat si baby jdi gak berani ngeluh. Selalu mikir gak boleh ngeluh kalau ngeluh gak bsyukur namanya trus jdi semangat lagi dan kaya bu ninda gak tau tbtb jdi sehat dan semangat lagi hehehe

  • Masya Allah, merinding mau nangis bacanya. :”)

    Bu Ninda, aku mau berterimakasih karena blog bu Ninda sangaaaat membantu aku yg baru nikah lalu hamil sebulan kemudian — dan masih jetlag ngga tau harus apa dan bagaimana. Dari cerita-cerita bu Ninda di blog ini sangat memberi aku pencerahan, apalagi yang tentang barang-barang apa saja yg harus disiapkan ketika menyambut kelahiran anak (popok, jumper, washlap dll), aku izin contek ini ya bu Ninda. Aku jadikan checklist aku waktu belanja ke baby shop, sampai ada ibu2 lain yg amazing liat aku bawa catatan selengkap itu! 🙂 Lalu cerita tentang persalinan.. Bagaimana kita harus menghadapinya dengan ikhlas merasakan rasa sakit itu, jangan ditahan.. dan setelah baca post terbaru ini, semakin yakin kalau aku bisa mengurus anakku dengan baik yang tadinya aku takut akan begini begitu. Sekarang aku lagi menunggu kapan anakku mau keluar nih bu Ninda, sudah dekat due date. Mohon do’anya ya 🙂

    Terima kasih bu Ninda, semoga bu Ninda dan sekeluarga sehat selalu dan dalam lindungan Allah.. Aamiin ❤

  • COMMENTS (2)

    1. Ayu 18th December 2017 at 12:59 pm -

      Masya Allah, merinding mau nangis bacanya. :”)

      Bu Ninda, aku mau berterimakasih karena blog bu Ninda sangaaaat membantu aku yg baru nikah lalu hamil sebulan kemudian — dan masih jetlag ngga tau harus apa dan bagaimana. Dari cerita-cerita bu Ninda di blog ini sangat memberi aku pencerahan, apalagi yang tentang barang-barang apa saja yg harus disiapkan ketika menyambut kelahiran anak (popok, jumper, washlap dll), aku izin contek ini ya bu Ninda. Aku jadikan checklist aku waktu belanja ke baby shop, sampai ada ibu2 lain yg amazing liat aku bawa catatan selengkap itu! 🙂 Lalu cerita tentang persalinan.. Bagaimana kita harus menghadapinya dengan ikhlas merasakan rasa sakit itu, jangan ditahan.. dan setelah baca post terbaru ini, semakin yakin kalau aku bisa mengurus anakku dengan baik yang tadinya aku takut akan begini begitu. Sekarang aku lagi menunggu kapan anakku mau keluar nih bu Ninda, sudah dekat due date. Mohon do’anya ya 🙂

      Terima kasih bu Ninda, semoga bu Ninda dan sekeluarga sehat selalu dan dalam lindungan Allah.. Aamiin ❤

      Reply
    2. Jihan 17th December 2017 at 8:37 pm -

      Duh cerita bu ninda gak pernah, gak bikin kena hati. Bener banget bu ninda. Mau bagi cerita jg gpp ya bu nin. Kalau aku ini baru anak pertama memang berubah bgt. Tapi gak tau ini namanya sama dgn ikhlas atau engga. Kalau aku gak pernah ngeluh cape pdahal cape bgt, apalagi lihat si baby jdi gak berani ngeluh. Selalu mikir gak boleh ngeluh kalau ngeluh gak bsyukur namanya trus jdi semangat lagi dan kaya bu ninda gak tau tbtb jdi sehat dan semangat lagi hehehe

      Reply

    Leave a Reply