#TheAGetaway 02: Pesona Alam Resort & Spa

Seminggu lalu, kami sekeluarga jalan-jalan ke Taman Safari. Rencana awalnya, kami mau pulang-pergi karena memang jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tapi setelah dipikir-pikir karena Ayra ikut, sepertinya lebih baik nginep saja.

Okelah, aku mulai coba cari hotel di sekitar Taman Safari (atau masih di wilayah Bogor lah). Beberapa hotel yang sempat jadi nominasi yaitu: Royal Tulip Gunung Geulis Golf Resort, Novotel Bogor Golf Resort, Aston Bogor Hotel & Resort, dan Aston Sentul Lake Resort ― yang kemudian kandas satu per satu karena pertimbangan jarak. Akhirnya, pilihan jatuh ke Pesona Alam Resort & Spa, karena memang sangat dekat dengan Taman Safari only takes about 5 minutes.

Coba cari di salah satu aplikasi traveling ternyata kamar yang aku ingini di tanggal segitu sudah penuh (padahal waktu itu aku cek sekitar 3 minggu sebelum hari H). Aku coba telepon saja ke hotelnya, alhamdulillah masih available. Yeay, so it would be our first getaway with Ayra! 😀

 

A kid-friendly hotel

Sekitar dua tahun lalu sebenarnya aku dan Une sudah pernah ke hotel ini. Waktu itu kami kebetulan sedang ke Taman Safari juga, lalu pulangnya mampir dulu ke hotel ini, tapi nggak nginep jadi cuma lihat-lihat hotelnya saja. Memang keren banget sih pemandangan dari hotel ini! Nggak heran orang-orang yang datang ke hotel ini pasti foto-foto dulu di lobby-nya (termasuk Une dulu juga aku fotoin di sana, hahahaha).

Nah selain pemandangannya yang keren, fasilitas untuk anak-anak di hotel ini memang top banget. Mulai dari kolam renang anak dengan air hangat, perosotan dan kolam pasir, trampolin, lapangan bola, pingpong, dan kids club semua ada! Untuk anak aktif seperti Une memang bahagia banget pastinya kalau dibawa ke sana, bisa puaz (pake Z) main, hahaha. Semua fasilitas anak-anak dicoba sama Une, untung banget Ayah Dodo mau nemenin main semuanya. Karena fasilitas yang lengkap untuk anak-anak ini, no wonder hotel ini penuh banget sama keluarga dan anak-anak. Padahal waktu itu kami datang di akhir pekan biasa, bukan long weekend, tapi tetap aja ramai banget. Oh ya, di hotel ini juga ada jogging track yang dikelilingi hutan pinus dan kegiatan naik kuda. Kayaknya hotel ini mau mengambil konsep full stay gitu deh, jadi kalau sudah check-in better stay all day di sana karena toh anak juga akan betah main.

 

Story about our stay

Overall, kami happy menginap di sana. Kamar yang kami tempati tipe Deluxe Mountain View, kamarnya sendiri cukup luas untuk kami berempat dan terdapat balkon juga. Hanya saja memang kami dapat kamar yang di pojok dan cukup jauh dari lift, so better kalau ke sana lagi minta kamar yang tidak terlalu jauh dari lift deh, hehehe.

Nah, pertanyaan yang paling sering masuk di DM Instagramku, “Dingin nggak sih di sana? Ayra bawa baju tebal nggak?” Menurutku iya dingin, tapi nggak dingin banget yang menusuk tulang juga. Ayra pakai sleepsuit saja plus selimut, dan itu sudah cukup untuk Ayra. Kalau yang aku rasakan sih sepertinya anginnya ya yang dingin sekali. Jadi, akhirnya kami tidur tanpa AC karena sudah dingin, hehehe.

Malam harinya kami makan malam di ClubHuis, resto yang masih satu area dengan Pesona Alam. Di ClubHuis pilihan makanannya memang tidak banyak, jadi jika ingin makan berat sepertinya bukan tempat yang cocok. As I remember, they only have pastas and sandwiches for savoury meal. Suamiku sempat bingung saat tahu tidak ada menu makanan lain selain itu, aku juga jadi bingung karena rencana awal kami ingin makan di sana supaya bisa cepat kembali ke hotel (malas banget kalau harus keluar lagi dan harus ketemu dengan kemacetan). Une juga sudah agak kriyep-kriyep matanya, bahkan Ayra sudah tidur. Akhirnya, suamiku pesan Mac and Cheese, aku dan Une pesan Spaghetti Bolognese, plus Poffertjes. You know what… Enak banget! Seenak itu nggak paham lagi! Apalagi poffertjes-nya… super love deh! Lalu, suamiku pesan Wedang Jahe (ini enak juga) dan aku pesan Caramel Macchiato Iced (ini endeus serendeus pol!). Aku nggak ngerti deh, apa memang kami lagi kepalaran dan kehausan jadi semuanya terasa enak atau memang enak banget. Besoknya sebelum pulang ke Jakarta, kami mampir lagi di sini dan beli kopi lagi sih aku, hehehe. → see.. review tentang makanan memang paling panjang deh, padahal niatnya review hotel. hahaha. ok. bhay.

Besok paginya, kami breakfast di resto hotel. Awal masuk, aku nggak nyangka akan banyak pilihan makanannya. Jujur aku kira ya B aja standard hotel, tapi di Pesona Alam ini oke deh untuk breakfast-nya. Ada jamu (which I love the most!), arabian food, dan yang paling nggak biasa menurutku ada lamien yang surprisingly rasanya mirip sama mie ayam abang-abang… Gile, doyan banget nggak tuh sarapan dikasih mie ayam, hahahahaha. Oh ya, nggak ada petugas hotel yang jaga di pintu masuk resto saat breakfast. I dunno, memang lagi nggak ada yang jaga aja atau memang di sana sistemnya bebas mau berapapun orang yang sarapan dari dalam satu kamar. Kalau jawabannya pilihan yang kedua, wah aselik baik banget nih hotel 😀

Setelah breakfast, aku dan Ayra kembali ke kamar, sedangkan Une dan ayahnya main dulu. Puas main dan kelar mandi, baru deh kita tancap gas kembali ke Jakarta!

 

Our tips

  1. Di Pesona Alam ini ada fasilitas early check-in, so sebelum pergi ke Taman Safari atau tempat wisata lainnya better early check-in dulu di sana. Keuntungannya kamar akan disiapkan terlebih dahulu, jadi ketika sampai lagi di hotel sudah siap deh kamarnya.
  2. Jika di traveling apps hotel ini fully booked, coba deh telepon langsung. Memang agak susah sih telepon kesana, bisa sampai 4-5 kali telepon baru diangkat. Dan lebih baik pesannya dari jauh hari ya, mengingat banyak banget yang mau nginep di hotel ini.
  3. Sebisa mungkin minta kamar yang dekat dengan lift, karena jalannya lumayan jauh bok.
  4. Kalau malas makan di luar atau di resto hotel, delivery saja! Kemarin aku lihat ada tetangga kamar yang pesan fried chicken dari restoran cepat saji 😀
  5. Bawa peralatan main anak, seperti: sekop pasir, bola tendang, pistol air, sepeda/otoped, dan pastinya baju renang.

 

 

Us @ Pesona Alam

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with f2 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

Processed with VSCOcam with g3 preset

 


Any recommendation for another kid and baby-friendly hotel? Just let me know! 😀

 

 

 

Always Love,

Aninda — The-A-Family

3,824 total views, 3 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

3,825 total views, 4 views today

Other posts

  • Met malem mba.. kebetulan ga sngja baca ttg tulisan mba saat review sekolah dasar daerah jaktim. Penasaran aja, akhirnya mba pilih sd mana ya? Dan apa pertimbangannya? Smoga bs mnjadi solusi buat saya yg lg bingung milih sekolah sd😅.. semoga mba brkenan utk mnjawab. Tksh😊 (anyway saya hanya punya email.. maaf sblmnya kl mrepotkan🙇‍♂️)

    • Halo mba Intan, sebenarnya saya nggak bisa cerita ya akhirnya sekolah mana yang saya pilih hehehe, mohon maklum ya, Mba. Tapi kalo ditanya pertimbangannya apa, saya dan suami pilih sekolah ini karena muatan agamanya paling pas dengan pola asuh saya dan suami. Saya dan suami kepingin yang seimbang dengan pola asuh yang kami ajarkan di rumah, supaya si anak juga nggak bingung. Kebetulan juga anaknya seneng dengan sekolah ini dan tidak jauh dari rumah 🙂

  • COMMENTS (2)

    1. Intan Rianti 04th March 2018 at 11:42 pm -

      Met malem mba.. kebetulan ga sngja baca ttg tulisan mba saat review sekolah dasar daerah jaktim. Penasaran aja, akhirnya mba pilih sd mana ya? Dan apa pertimbangannya? Smoga bs mnjadi solusi buat saya yg lg bingung milih sekolah sd😅.. semoga mba brkenan utk mnjawab. Tksh😊 (anyway saya hanya punya email.. maaf sblmnya kl mrepotkan🙇‍♂️)

      Reply
      • The-A-Family 16th March 2018 at 12:01 pm

        Halo mba Intan, sebenarnya saya nggak bisa cerita ya akhirnya sekolah mana yang saya pilih hehehe, mohon maklum ya, Mba. Tapi kalo ditanya pertimbangannya apa, saya dan suami pilih sekolah ini karena muatan agamanya paling pas dengan pola asuh saya dan suami. Saya dan suami kepingin yang seimbang dengan pola asuh yang kami ajarkan di rumah, supaya si anak juga nggak bingung. Kebetulan juga anaknya seneng dengan sekolah ini dan tidak jauh dari rumah 🙂

        Reply

    Leave a Reply