img_4386.jpg

Parenting: Life with 2 Kids

Yooow, wussup errrbody?! 😀 Akhirnya bisa back to blogging life di saat Une sekolah dan Ayra lagi tidur, hehehe. Hari ini aku mau cerita tentang apa-apa yang terjadi dalam hidupku setelah menjadi ibu dengan 2 anak. For me, the first couple weeks were the toughest ― banyak sekali adaptasi yang harus aku jalani. Bayangkan, memiliki 1 anak bayi tanpa kakak aja pasti berubah ‘kan hidup, bagaimana punya 1 anak bayi plus kakak? Mantaaap… 😛


From Ayra’s Side

Malam pertama Ayra di rumah, aku dan suami blaaas nggak tidur semalaman. Ayra menangis terus, lalu diam, lalu menangis lagi, begitu terus sampai pagi. Saking paniknya, aku sampai telepon ke suster kamar bayi di RS tempat Ayra lahir. Dan alhamdulillah, katanya fase seperti itu wajar, karena bayipun butuh beradaptasi 🙂

Keesokannya dan beberapa hari setelahnya, aku makin akrab dengan begadang. Ayra sangat senang digendong dan diayun-ayun sambil dengar aku nyanyi ― iya, aku harus nyanyi! kalau nggak dia pasti nangis. Sudah nggak tahu deh ada berapa puluh lagu asal jeplak dengan lirik asal ucap yang aku ciptakan, hahaha. Terkadang, Ayra menangis di dini hari itu. Dia seperti kebingungan dan nggak tahu maunya apa. Disusui sambil tidur dan duduk, salah (biasanya karena memang Ayra sudah kenyang nyusu). Digendong dan diayun, salah. Dinyanyikan, salah. Diganti baju dan diaper, sudah tapi tetap menangis. Nah, kalau sudah begitu, biasanya aku dan suamiku menyebut Ayra sedang galau ― ya biasalah namanya juga anak gadis, wkwkwk. Trik yang sering aku dan suamiku lakukan adalah menaruh Ayra di crib dan biarkan Ayra menangis sesukanya. Maybe she needs time to cry just to realize what she wants. Biasanya kalau memang Ayra menangis karena galau tadi, setelah ditaruh dan puas menangis, ketika kami gendong kembali tidak lama Ayra akan langsung tidur. Nah kalau sudah tidur begini, jangan langsung ditaruh, pasti Ayra bangun lagi (dan kemungkinan besar nangis lagi). Trik selanjutnya adalah aku duduk bersandar ke bantal dengan posisi tangan sambil menggendong Ayra dan kaki selonjoran. Posisi ini aku tahan sekitar 15 menit, sebelum akhirnya Ayra aku taruh di kasur dan akupun tidur di sampingnya.

Belum lagi pada hari-hari di minggu awal itu, Ayra mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan di mana bayi memiliki keinginan menyusu yang lebih besar dibanding biasanya. Jadi sudah siap-siap tenaga untuk menyusui Ayra semalaman deh. Ditambah kalau lagi growth spurt, sudah pasti bayi akan lebih rewel dan maunya nempel terus sama ibunya. Hehehe, ya sudah jalani saja. Biasanya growth spurt ini muncul di hari ke-7 sampai 10 sejak bayi lahir, lalu muncul lagi di antara minggu ke 2-3 dan 4-6. Timbul lagi di bulan ke 3, 6, dan 9. Ini bukan waktu yang fixed ya, hanya perkiraan saja dan bisa menjadi bahan acuan, hehehe. Growth spurt sendiri biasanya terjadi antara 1-3 hari dan hilang dengan sendirinya. Kuncinya, jika bayi mengalami growth spurt, orangtua jangan panik dan sabar mengikuti keinginan bayi. This too shall pass, kok! 🙂

Setelah growth spurt, di minggu ke-4, Ayra mengalami kolik karena aku minum kopi, huhuhu.. Sumpah aku merasa bersalah banget. Karena dulu pas Une bayi, nggak ada tuh kolik-kolikan. Aku mau makan dan minum apapun semuanya aman. Tapi ternyata beda dengan Ayra ini.. Tanda-tanda kolik apa aja sih? Menangis tidak jelas semalaman, tangisannya seperti ada yang dirasa oleh bayi tapi nggak tahu apa. Awalnya, aku dan suamiku kira Ayra menangis galau lagi, ya sudah we put her to the crib, dan ternyata setelah kami angkat bukannya berhenti menangis malah semakin kencang tangisannya. Disusui pun ditolak. Segala cara sudah dilakukan kok nggak mempan. Akhirnya sambil #nowlistening Ayra’s crying and screaming, I was googling what happened to her. And ended up, I know it’s colic. Langsung saja aku pijat i love u perut Ayra dan punggungnya pun aku pijat, I also say sorry to her karena aku yakin pasti ini karena kesalahanku (at that time aku belum tahu kalau all bcs that damn coffee). Alhamdulillah, sehabis itu Ayra agak enakan dan mulai berhenti menangis. Sekitar pukul 06:00 pagi, Ayra baru tidur, fiiiuuh.. Pagi itu juga aku langsung whatsapp dokter anaknya Ayra. Aku langsung jelaskan gejala yang ditunjukkan Ayra semalam, dan beliau membenarkan yap ini kolik. Lucunya, kalau kolik pasti hanya terjadi di malam hari dan ciri utamanya adalah bayi menangis tidak jelas dan tidak bisa ditenangkan, so as parents we can easily realize. Penyebab kolik umumnya karena bayi belum bisa mencerna protein susu sapi, sehingga bayi ASI yang cenderung memiliki riwayat kolik, ibunya dilarang untuk mengonsumsi makanan dan minuman produk turunan sapi (dairy products). Kalau dalam kasusku ditambah tidak boleh mengonsumsi minuman berkafein, karena  tidak cocok dengan pencernaan Ayra. Jadi yaaa… Ditahan ayo ditahan.. Bentar kok cuma 2 tahun.. *lalu nangis di pojokan sambil garuk-garuk tanah*

Oh ya, jujur aku agak kesal sih kalau ada yang bilang (dan ini yang bilang mostly orang yang nggak dekat denganku dan bahkan beberapa yang belum punya anak), “Jangan digendong terus, nanti bau tangan!” Wah terus kalau nggak digendong diapain dong? Yang kayak begini ini yang menurutku tingkat kesotoyannya di atas rata-rata. Bayi pada dasarnya memang senang sekali dipeluk karena dia akan merasa nyaman, diperhatikan, dilindungi, dan semuanya akan berpengaruh pada perkembangan sosialnya kelak. Lagian, masih mending bau tangan, daripada bau kaki? Hahahaha…

So far, having a newborn after 5 years paused, it’s a challenging game to me. Begadang lagi, dipipisin-dipupin-digumohin jadi makanan sehari-hari, no me-time baru masuk kamar mandi aja sudah dipanggil dengan suara tangisan, menggendong sampai rasanya tangan mau putus, mengayun sampai mataku jadi ikutan kriyep-kriyep karena berasa dininaboboin diri sendiri. But I love it. Tidak masalah buatku karena hal ini akan dengan cepat berlalu. Seperti Une, dulu kayaknya masih bayi kecil kok tiba-tiba sekarang sudah TK B saja? Pingin ulang masa-masa bayi Une jelas nggak mungkin bisa, hehehe. By that I learn to enjoy every second of having a newborn 🙂


From Une’s Side

Being a big brother is one of his dream. That’s why, Une selalu siap sedia membantuku mengurus adiknya. Bahkan tengah malam sekalipun, sesekali Une terbangun dan bantu aku. Une sigap menjaga adiknya di dalam crib saat aku buru-buru mandi. Nanti tiba-tiba dia ketuk pintu kamar mandiku, “Ibu, Ade tetep nangis padahal udah Une nyanyiin. Ibu cepetan ya mandinya.” Dengan nada suara yang tenang. Uh, love banget sama Abang! 😀

Une yang dulunya apa-apa sama aku, sekarang jadi beralih ke ayahnya. Awalnya, Une tetap ngarepin aku buat menemani dia tidur, main, dll. Tapi aku kasih pengertian pada Une kalau sekarang ada adik yang perlu kita urus bareng-bareng, sedangkan Une sudah besar sebenarnya apa-apa sudah bisa sendiri. Ketika adik tidur baru deh Une bisa dipeluk. Une pun mengerti hal tersebut. Yang bikin aku terharu, Une tuh sama sekali nggak pernah nyalahin adiknya ― misalnya: “gara-gara ade nih aku jadi nggak dipeluk lagi!” ― alhamdulillah sama sekali nggak pernah sampai sekarang.

Tapi tiba-tiba, beberapa hari lalu Une bilang seperti ini, “Kayaknya semuanya ― Ayah, Ibu, Nin, Pupung, Teta, Oki ― nggak ada yang sayang Une. Semuanya sayang Ade.” Blaaaaar, kayak disambar geledek. Tahu dari mana coba Une kalimat seperti itu? Kami di rumah nggak ada yang pernah bercanda dengan kalimat atau ungkapan seperti itu. Aku nggak mau Une patah hati. Akhirnya, aku langsung tanya ART di rumah yang suka ajak Une main di luar ketika sore hari. Dan benar dugaanku, ternyata tetanggalah yang suka menggoda Une seperti itu. Aku langsung jelaskan panjang lebar ke Une kalau Une kesayangan nomor satu semua orang di rumah. Kalimat seperti itu salah, jadi untuk apa dipercaya. Une awalnya keukeuh dan bilang kalau kalimat itu benar adanya. Akupun langsung minta bukti kepada Une, apa yang membuatnya merasa tidak disayang, dan Une nggak bisa jawab. Aku ajak ngobrol serius untuk membahas hal ini dan alhamdulillah sekarang Une sudah kembali seperti sedia kala. Memang repot yaaa dari awal aku sudah mempersiapkan Une jadi kakak, Unepun sudah mengerti dan menjalani perannya sebagai kakak dengan baik, eh tiba-tiba jadi ngaco hanya karena guyonan orang… Ckckck. Jangan sampai deh tuh orang ngomong di depanku, bisa panjang lebar aku ceramahi! 😛


From My Side

Alhamdulillah, aku tidak mengalami babyblues. Proses adaptasi sendiri untuk mengenal Ayra dan memahami polahnya, aku jalani dengan perasaan excited. Bagiku, proses adaptasi terhadap bayi yang kita lahirkan sendiri bukan suatu hal yang aneh. Setiap orang jika berhadapan dengan situasi yang baru pastilah butuh beradaptasi, termasuk menjadi seorang ibu. That’s why, aku seringkali berucap bahwa proses persalinan kemarin bukan hanya Ayra yang lahir tapi akupun lahir kembali menjadi seorang ibu dengan 2 anak. Adaptasi pada titipan Illahi ini menjadi suatu ajang memupukkan cinta tanpa syarat, menurutku. Pelan tapi pasti, jatuh cintapun membutuhkan waktu, ‘kan? 🙂

Satu hal yang sulit untukku dan kadang membuatku menangis adalah ketika harus memberikan pengertian kepada Une bahwa aku harus ‘mendahulukan’ adiknya. 5 tahun bersama dengan Une, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, lalu tiba-tiba sekarang ada sesuatu yang berubah pastinya sangat terasa pada hubungan kami (aku tidak pernah memakai jasa babysitter untuk Une sehingga bonding kami memang sangat kuat). Beberapa malam di minggu pertama kelahiran Ayra, aku suka menangis kalau lihat Une tidur tanpa ku peluk. Sedih sekali hati ini, huhuhu. Rasanya campur-campur, ada rasa kangen dan bersalah pada Une. Walaupun begitu, doesn’t mean aku jadi kesal dengan Ayra ― I love her so much. Une juga terlihat biasa saja sih bahkan dia paham “Ibu ‘kan harus jagain Ade”, tapi nggak tahu kenapa aku sedih sekali. Apalagi rasanya sudah lama kami tidak melakukan gaya pelukan sebelum tidur favorit kami, hehehe. Tapi alhamdulillah seiring berjalannya waktu dan aku lihat Une juga semakin pintar beradaptasi dengan situasi baru ini, akhirnya perlahan I could fix my feeling and everything’s okay ’till now 🙂

 


Yep, begitulah ceritaku menjadi ibu baru dari dua anak. Aku masih harus banyak sekali belajar akan peran baruku ini. It’s never been easy, but I know I’ll thru it also love it 🙂 Kalau ada yang mau berbagi cerita dan komentar, boleh banget ya isi kolom di bawah ini. Ditunggu ya! 😀
 

Always Love,

Aninda — The-A-Family

5,760 total views, 1 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

5,761 total views, 2 views today

Other posts

  • Aaaa Ibu Nindaaaa selalu suka sama postingan blognya. Baca tulisannya itu rasanya kaya denger Ibu Ninda ngomong dengan lembut gitu, soalnya aku bacanya jg sambil bayangin pas Ibu Ninda lg ngomong kayak di video2 Abang Une kan suara Ibu Ninda lembuuut bgt :)) Semoga sehat selalu yaaa Dede Ayra dan Abang Une. Oiya bu nin, kapan2 bikin postingan gmn cara bu nin mempersiapkan Une jadi kakak dong 😀
    Terimakasih Ibu Ninda, sukses selaluuuu ^^

  • Next cerita tentang persiapan Unee jadi kakak ya Bu Nindaaa……Selalu ada informasi2 bagus tiap baca blog ini. Stay healthy ibu ninda,ayah dodo,abang une dan adek ayra

  • Love it so much, tulisan ibu ninda selalu memotivasi dan bahkan menyentuh, padahal aku belum punya anak, sehat selalu the A Family 💖

  • Mashaa Allah, abang une pinter banget siii gemes, semoga abang une kaya gini terus ya sama ibu ayah dan adik sampe nanti gede. anw, bener deh bu yang masalah bau tangan ituu, lagipula masa ini kan gabisa terulang juga nanti di masa depan jadi puas2in aja deh gendong gendong sblm nanti keburu gede hihi. selamat menikmati peran baru sbg ibu dr 2 anak ibu ninda❤️

  • baca paragraf terakhir langsung bener-bener sediiiih terharu gituuu yaampun. semoga menginspirasi terus ya bu nin :)salam kenal

  • aku fansnya Une dari jaman Une maish piyik piyk gemash hingga sekarang sudah menjadi abang, aku terharu bu Nin pada saat baca part nya Une, kok kaya sedih tp Une tegar sekali menjadi abang hehe, aku sama Une sama sama anak pertama dan bedaku sama adikku 5 tahun jg tapi kayanya dulu aku gak sebaik Une yang selalu mengerti bu Nin ya hehe, btw Ayra cantik sekali bu pasti nanti besarnya makin cantik kaya bu Nin 🙂

  • Terharu baca paragraf terakhir Ibu Ninda Side. Suka sekali dengan The A Family, semoga selalu harmonis. Seneng banget baca blog Ibu Ninda karena basic Ibu Ninda yang Psikologi jadi menjelaskan juga dari sisi Psikolog kadang. Suka banget baca Parenting Sharingnya juga walaupun menjadi Ibu adalah hal masih jauh banget buat aku, tapi belajar dari jauh-jauh hari bagus kan ya Bu ehehe

  • COMMENTS (7)

    1. Nurlaili Ramadhani / Eli 22nd October 2017 at 8:21 pm -

      Terharu baca paragraf terakhir Ibu Ninda Side. Suka sekali dengan The A Family, semoga selalu harmonis. Seneng banget baca blog Ibu Ninda karena basic Ibu Ninda yang Psikologi jadi menjelaskan juga dari sisi Psikolog kadang. Suka banget baca Parenting Sharingnya juga walaupun menjadi Ibu adalah hal masih jauh banget buat aku, tapi belajar dari jauh-jauh hari bagus kan ya Bu ehehe

      Reply
    2. Deby Nurjihan 30th August 2017 at 1:19 pm -

      aku fansnya Une dari jaman Une maish piyik piyk gemash hingga sekarang sudah menjadi abang, aku terharu bu Nin pada saat baca part nya Une, kok kaya sedih tp Une tegar sekali menjadi abang hehe, aku sama Une sama sama anak pertama dan bedaku sama adikku 5 tahun jg tapi kayanya dulu aku gak sebaik Une yang selalu mengerti bu Nin ya hehe, btw Ayra cantik sekali bu pasti nanti besarnya makin cantik kaya bu Nin 🙂

      Reply
    3. Meidy 08th August 2017 at 11:34 am -

      baca paragraf terakhir langsung bener-bener sediiiih terharu gituuu yaampun. semoga menginspirasi terus ya bu nin :)salam kenal

      Reply
    4. Raissa Nur Zahira 06th August 2017 at 11:22 pm -

      Mashaa Allah, abang une pinter banget siii gemes, semoga abang une kaya gini terus ya sama ibu ayah dan adik sampe nanti gede. anw, bener deh bu yang masalah bau tangan ituu, lagipula masa ini kan gabisa terulang juga nanti di masa depan jadi puas2in aja deh gendong gendong sblm nanti keburu gede hihi. selamat menikmati peran baru sbg ibu dr 2 anak ibu ninda❤️

      Reply
    5. Qorina Astin 06th August 2017 at 10:36 pm -

      Love it so much, tulisan ibu ninda selalu memotivasi dan bahkan menyentuh, padahal aku belum punya anak, sehat selalu the A Family 💖

      Reply
    6. imanurul 06th August 2017 at 9:33 pm -

      Next cerita tentang persiapan Unee jadi kakak ya Bu Nindaaa……Selalu ada informasi2 bagus tiap baca blog ini. Stay healthy ibu ninda,ayah dodo,abang une dan adek ayra

      Reply
    7. Ruth Madeleine 05th August 2017 at 1:17 am -

      Aaaa Ibu Nindaaaa selalu suka sama postingan blognya. Baca tulisannya itu rasanya kaya denger Ibu Ninda ngomong dengan lembut gitu, soalnya aku bacanya jg sambil bayangin pas Ibu Ninda lg ngomong kayak di video2 Abang Une kan suara Ibu Ninda lembuuut bgt :)) Semoga sehat selalu yaaa Dede Ayra dan Abang Une. Oiya bu nin, kapan2 bikin postingan gmn cara bu nin mempersiapkan Une jadi kakak dong 😀
      Terimakasih Ibu Ninda, sukses selaluuuu ^^

      Reply

    Leave a Reply