IMG_3517

Wonderful Journey: Cerita Persalinan Keduaku

lanjutan dari post kemarin… cerita tentang persalinanku. happy reading, everyone! ๐Ÿ™‚

 

 
23 Juni 2017

Pukul 08:25 โ€• 15:00

Aku bersama suami sampai di rumah sakit. Hari ini aku akan kontrol kehamilan 40 minggu. Tidak ada yang aku khawatirkan sih, dari rumah sudah siap dengan segala keputusan dokter hari ini. Bismillah, lillahi ta’ala.

Saat lagi menunggu, tiba-tiba datang Ibu Ati (yang belum tahu siapa beliau, baca di post sebelumnya ya). Beliau bertanya tentang keadaanku dan kegiatanku beberapa hari ini. Beliau bilang biasanya kalau tidak ada keluhan akan disuruh tunggu beberapa hari lagi, toh kan baru pas di HPL. Sebelum berpisah, beliau bilang bahwa saat pemeriksaan dokter nanti beliau akan menemaniku di ruangan. So sweet of you, Ibu Ati!ย โ™ฅ

Sekitar satu jam menunggu, namaku dipanggil dan langsung masuk ke ruangan dokter. Seperti biasa, dokter menyambutku dengan senyum santainya. Aku bercerita kalau sampai hari ini belum ada kontraksi yang kuat dan rutin. Ketika dicek, semua oke, tapi ketubanku sudah berkurang karena kondisi bayi yang semakin besar (dokter mengatakan skala ketubanku 9, aku lupa tanya normalnya berapa). Akhirnya, beliau memberikan 2 opsi: 1) dilakukan induksi kateter balon pada hari ini juga agar merangsang munculnya kontraksi atau 2) menunggu beberapa hari lagi tapi jika ketika nanti dicek ketubanku semakin sedikit maka mau tidak mau harus langsung dioperasi caesar. Duaaar! Aku langsung dihadapkan pada pilihan seperti ini. Karena dari awal aku ingin melahirkan secara normal, sudah pasti aku pilih pilihan pertama. Suamiku pun mendukung agar aku diinduksi saja. Muncul banyak pertanyaan di otakku. “Dok, kalau saya diinduksi hari ini, kira-kira kapan saya melahirkan?” “Yaaa mungkin nanti malam atau besok pagi.” “Lho, tapi bukannya besok Dokter mau cuti, ya?” “Hehehe.. Demi nunggu Ninda lahiran, saya nggak cuti deh..” Palbis ih hahahaha..

Tapi… Apa itu induksi kateter balon? Sakitkah? Ketika keluar dari ruangan dokter, aku langsung tanya ke Ibu Ati tentang induksi tersebut. Ibu Ati menjelaskan step-step pemasangan induksi tersebut dan rasanya kira-kira seperti apa.ย I’m a bit scared anyway, cuma ya inilah yang harus aku jalani. Aku langsung dibawa suster menuju ke ruang pra-persalinan. Begitu sampai, aku dikenalkan kepada beberapa bidan dan suster yang akan mengurusku selama berada di ruang tersebut. Di sana aku diminta untuk menunggu dokter untuk memasang induksi. Sambil menunggu, aku disuruh makan dan dicek CTG (detak jantung bayi).

 

Pukul 15:00

Ada dua suster yang menghampiriku dan mengatakan bahwa dokter sudah siap memasang induksi. Deggg… Berkali-kali aku memastikan ke suster, “Nggak sakit ‘kan?” Suster cuma tersenyum saja dan bilang, “Sedikit nggak nyaman sih, Bu.” Eaaa.. ๐Ÿ˜€

Dokter yang memasang induksi tak lain tak bukan adalah dokter kandunganku, dr. Yusfa Rasyid, SpOG. Seperti biasa, beliau ‘bekerja’ dengan sangat cepat, nggak lelet, jadi sebelum aku sempat mengaduh-aduh beliau sudah selesai memasang induksi kateter balonnya. Sakit nggak? Jujur saat dipasang ya ada rasa nggak nyaman, tapi kalau ditanya sakit sekali ya nggak. Habis dipasang pun aku masih bisa ketawa-tawa dengan para suster, sebelum akhirnya aku diperbolehkan untuk menunggu di kamar perawatan saja.

Hmm, aku jelaskan sedikit deh ya tentang induksi kateter balon ini. Jadi, ada semacam balon yang diisi air dimasukkan ke dalam mulut rahim, gunanya untuk melemaskan mulut rahim agar muncul kontraksi dan pembukaan. Nantinya, balon ini akan keluar sendiri dari mulut rahim jika telah adanya pembukaan (biasanya antara pembukaan 3-4). Tetapi ternyata tidak pada setiap bumil induksi ini dapat bekerja dengan baik. Ada yang ditunggu sampai 24 jam tapi tetap tidak ada pembukaan (kalau sudah begitu harus diinduksi infus). Oh ya, selain induksi kateter balon ini, aku juga diinduksi dengan menggunakan obat yang dimasukkan ke dalam mulut rahim. Well, bismillah! ๐Ÿ™‚

 

Pukul 16:10

Mulai terasa pegal-pegal dan kontraksi sedikit demi sedikit. Aku nggak mau ke-geer-an dulu, tapi tetap positive thinking. Rasanya sih mirip-mirip kalau akan haid gitu.

 

Pukul 17:30-18:45

Aku sudah di dalam kamar perawatan dan di dalam kamar sudah ada keluargaku yang sedang menunggu berbuka puasa. Aku langsung gabung dengan mereka walaupun tidak berani jalan-jalan dan stay di tempat tidur. Saat itu, kontraksinya sudah mulai teratur (durasi kontraksi 1,5 menit dengan interval 4-5 menit sekali). Kontraksi atau bahasa halusnya ‘gelombang cinta’ini masih bisa ditahan banget. Adikku sampai bingung karena aku terlihat tidak kesakitan saat gelombang cinta datang. Aku malah super senang akhirnya dihampiri gelombang cinta setelah berhari-hari galau ๐Ÿ˜€

Sehabis ikut berbuka, pukul 18:45 tiba-tiba serrr.. Ketubanku pecah! Aku berusaha tenang dan memanggil suster. Setelah dicek oleh suster dengan kertas lakmus dan ternyata benar itu adalah ketuban, aku langsung dipindahkan lagi ke ruangan pra-persalinan. Yaaassh balik lagi!

 

Pukul 20:00

Setelah makan malam, aku dihampiri dua suster. Mereka bilang ingin melepas induksi kateter balonku atas permintaan dokter. Kenapa? Karena ketubanku sudah pecah alami yang artinya akan munculnya pembukaan (salah satu tanda akan melahirkan adalah dengan adanya ketuban pecah itu). Setelah itu aku di CTG kembali dan alhamdulillah semuanya baik-baik saja.

 

Pukul 21:45

Ayah, Uma (ibuku), dan Suri (adikku) pamit pulang dulu dan berjanji akan balik lagi besok pagi. Aku kasihan juga sih sama mereka kalau harus menunggu di RS, apalagi mereka masih puasa ‘kan dan harus sahur. Tapi aku sempat bilang ke Uma, “Ma, kayaknya aku bakal melahirkan tengah malem deh.” Mungkin sudah feeling kali ya.

Nah, aku juga sempat minta Uma untuk bawa Une pulang saja. Tapi, Une nggak mau dan malah menangis. Huhuhu kasihan juga, katanya mau lihat baby. Cuma yang bikin aku bingung, kalau aku melahirkan tengah malam ini, Une siapa yang jaga? Di RS hanya ada suami yang menemaniku. Akhirnya, aku buat perjanjian dengan Une, hehehe. Kalau mau tetap di sini, nanti ketika aku melahirkan dan ayahnya harus mendampingiku, maka Une mau ya dititip ke suster jaga di kamar bersalin dulu. And he said okay, “…soalnya Une mau nemenin Ibu dan mau cepet lihat baby.Yes,ย I’m beyond lucky to have him as the firstborn ๐Ÿ™‚

 

Pukul 22:30

Aku dihampiri lagi, kali ini oleh beberapa ibu bidan yang kebetulan jaga pada malam itu. Mereka ingin memeriksa pembukaanku (atau biasa disebut ‘cek dalam’). Aku pasrah saja… Dan ternyata, aku sudah ada di pembukaan 4! Walaupun memang pada saat ini, kepala si adik belum turun sekali (kalau bahasa bidan: “kepalanya masih tinggi nih”), tapi ya sudahlah setidaknya ada kemajuan dari sama sekali tidak ada rasa kontraksi sampai sekarang pembukaan 4! Yowmaaan!ย Saking senangnya aku sampai upload foto di IGstory saat lagi pembukaan 4, hehehe. Banyak yang bertanya, “Sakit nggak sih, Bunin? Kok masih bisa upload?” Hmm… Relatif sih ya sakit atau nggaknya, tapi kalau aku masih bisa banget aku tahan atau aku alihkan rasa sakitnya. Karena sudah di pembukaan 4, akhirnya ibu-ibu bidan tersebut memindahkanku ke kamar bersalin. Yeay! Excited!

 

 

24 Juni 2017

Pukul 00:00

Para ibu bidan menghampiriku lagi dan ingin cek dalam lagi. Ya Allah, ternyata sudah pembukaan 6! Alhamdulillah. Rasanya? Masih bisa aku tahan. Aku masih bisa dandan (literally dandan!), masih bisa videoin Une, masih bisa ketawa-tawa sama ibu bidan, masih bisa atur nafas perut dan kasih afirmasi positif setiap gelombang cinta datang.

Hampir pukul 00:30, aku minta suamiku untuk membawa Une naik ke kamar perawatan saja. Kasihan kalau Une harus menunggu di dalam ruang bersalin juga, sudah malam Une butuh tidur. Suamiku sempat bingung karena mungkin tidak mau meninggalkanku sendiri. Tapi aku bilang ke suamiku kalau di sini banyak ibu-ibu bidan yang bisa menemaniku, nanti kalau sudah di pembukaan 9-10 baru suamiku dan Une ditelfon untuk turun ke kamar bersalin.

Ikhlas nggak sih melahirkan tapi suami tidak di samping? Perempuan mana sih yang melahirkan nggak mau didampingi? Hehehe. Tapi akhirnya aku berpikirnya begini, kami sekarang punya dua anak, suamiku urus Une dan aku urus adiknya Une. Kami satu keluarga, tanggung jawab harus dibagi. Tidak masalah dan tidak perlu manja untuk harus didampingi, support suami (dan tentunya support dari Une) tetap bisa aku rasakan dalam hati. So, it’s all fineย ๐Ÿ™‚

 

Pukul 01:00

Ada satu bidan yang menemaniku, mengelus-elus dan memijat punggungku. Ia juga meredupkan lampu, memasang aromatherapy agar aku merasa nyaman. Setiap gelombang cinta datang, maka ia akan mengingatkanku untuk nafas perut.

 

Pukul 01:45

Gelombang cinta semakin dahsyat rasanya. Aku mulai merasa kesakitan dan berusaha untuk selalu fokus. Ada rasa ingin menangis tapi aku pikir buat apa, nanti yang ada aku malah tambah capek. Setiap gelombang cinta datang, yang ada di pikiranku, hanya menyebut nama Allah dan memohon ampun pada-Nya. Nggak, aku nggak teriak-teriakan, hehehe. Aku tahu kalau teriak maka aku hanya akan membuat diriku sendiri semakin panik. Aku hanya berbisik sambil pegangan ke rel tempat tidur untuk menahan rasa sakit.

Kemudian, aku meminta pada bidan yang menemaniku itu agar aku dicek dalam lagi saja. Ia memanggil teman-temannya, dan aku dicek dalam. Ternyata sudah pembukaan 7, eits kepala bayinya gimana? Bidan yang mengecek dalamku hanyaย bilang, “Amazing! Ayo Ibu hebat!” Sepertinya posisi kepala semakin turun ke bawah. Aku langsung memberikan afirmasi positif dalam hati ke bayiku untuk terus mendorong ke bawah.

 

Pukul 02:20

Aku sudah tidak tahan lagi. Rasanya semakin woooooooowww even words can’t describe ๐Ÿ˜€ Rasa sakitnya sudah bercampur dengan ngantuk (ya iyalah setengah tiga pagi), jadi aku mulai nge-fly nguap-nguap terus. Dicek dalam lagi, kali ini sudah pembukaan 8. Aku sempat ajak bidan-bidan bercanda di sela-sela gelombang cinta, “Bu bidan, saya bluetooth-in deh bayi saya, bantuin lahiran dong sakit banget nih.. Nggak ada yang mau ya?” Eh mereka semua pada ketawa hahahahaha dikira aku udah stres kali ๐Ÿ˜€ Kalaupun bisa sih bakal aku bluetooth ke suamiku, biar aja deh aku yang hamil, urusan lahiran dia aja yang ngerasain hahahaha ๐Ÿ˜›

Rasa sakitnya semakin nggak karuan. Aku tanya apa dokter sudah ditelepon atau belum, dan mereka bilang sudah otw ke RS. Aku juga minta suamiku dan Une dipanggil ke kamar bersalin.

Sampai akhirnya, di fase tertinggi dimana aku sudah nggak kuat lagi, akhirnya aku bilang ke para bidan, “Bu, saya mau ngeden sekarang. Saya udah nggak kuat. Saya mau melahirkan.” Di situ seingatku, aku mulai teriak Allahu Akbar gitu tiap gelombang cinta datang, sudah nggak bisa deh ngomong bisik-bisik lagi. Seingatku juga, waktu itu aku belum pembukaan lengkap dan masih ada di pembukaan 8. Tapi karena aku sudah tidak kuat dan para bidan pun bisa melihat bayiku semakin terdorong ke bawah, akhirnya aku diperbolehkan untuk mengejan. Aku rapikan posisiku, aku cari posisi ternyamanku untuk melahirkan. Setelah dapat posisinya, aku langsung mengejan. Di sekelilingku, semua bidan mengingatkanku cara mengejan yang benar (mata terbuka melihat ke perut, gigi dikatupkan, jangan memakai suara, pantat jangan diangkat, and so on) โ€• dan karena aku sudah kesakitan jadi aku sudah tidak bisa fokus dengan arahan mereka ๐Ÿ™ Aku ikuti instingku saja, bismillah.

Aku lihat suamiku masuk ke kamar bersalin, melihatku di depan pintu. Aku tahu suamiku harus menemani Une, karena pasti Une nggak mau ditinggal ayahnya. Aku sempat bilang ke suamiku, “Aku nggak apa-apa. Kamu sama Une aja.” Padahal mah rasa sebenarnyaaa.. Hahahaha. Aku nggak mau buat suamiku panik, karena mukanya asli sudah panik banget.

Aku mengejan entah berapa kali, berkali-kali pastinya. Setiap kali mengejan, aku bisa merasakan aku menggerakkan bayiku menuju jalan lahirnya. Aku sempat berpikir, ‘kayaknya nih anak nggak ngajakin deh’, tapi nggak apa-apa, aku yang akan mengajaknya bertemu denganku di dunia ๐Ÿ™‚

Suara para bidan yang menyemangatiku semakin heboh. Mereka bilang kepalanya hampir keluar. Aku semakin bersemangat walaupun rasanya badanku mau remuk. Tiba-tiba pukul 03:00… Suara tangis bayi pecah di dalam ruangan itu. Alhamdulillah ya Allah. Rasanya bahagia banget! Tangisan bayiku berbarengan dengan suamiku yang masuk kembali ke kamar bersalin. Melihat aku yang baru selesai ‘berjuang’, suamiku langsung menghampiriku. Menciumi seluruh mukaku dan memelukku. Mukanya panik banget, dia bilang, “Kamu nggak apa-apa ‘kan? Aku takut denger kamu teriak gitu.” Hehehe, mungkin dikiranya aku akan kenapa-kenapa kali ya.. Senang banget rasanya lihat suamiku begitu, apalagi selama ini kami bukan pasangan unyu gitu ‘kan. Terasa sekali perjuanganku dihargai sama diaย โ™ฅ

Setelah selesai IMD, dibersihkan, dan dijahit oleh dokter (dokter baru datang saat aku telah melahirkan), Une masuk and finally he met his baby sister! Mukanya Une itu lho.. Antara bingung, sayang, sama ngantuk! Hehehehe.

 

โ™ฅ Andayra Rachima Akbar โ€• 24 Juni 2017 pukul: 03:00 โ€• Perempuan โ€• berat badan: 2910gr & panjang badan: 50cm โ™ฅ

 

IMG_3520

IMG_3521

 

Our first family picture with Ayra

IMG_3518

IMG_3519ย 

Arkhairan & Andayra 1st meeting

 

Jadi, melahirkan itu sakit nggak? Hmm, buatku pribadi sakit atau nggaknya ada dalam theย way of thinking. Ada rasa yang berbeda dan tidak nyaman, pasti iya. Tapi, kalau dengan adanya rasa tersebut bisa membuka jalan untuk bertemu dengan si kecil, why not? That feeling is beyond everything. Don’t worry, setiap perempuan pasti bisa melaluinya. Yakinlah ๐Ÿ™‚

 

And now, we’re fourย โ™ฅ

 

 

Always Love,

Anindaย โ€” The-A-Family

31,420 total views, 11 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

31,421 total views, 12 views today

Other posts

  • Kok jadi terharu ya ibu pas ibu selesai ‘berjuang’, liat suami bu Ninda khwatir, dan ibu yg tetep gak mau bikin suami tambah panik. Allahuakbar… Ikut bahagia baca cerita ibu โค

  • Yaallah aku mau nangis bunin.. seketika aku inget suamiku :””) aku udah 31 weeks dan menuju deg degan.. tapi setelah baca tulisan bunin aku semangat, karena yang kita keluarin itu bukan kotoran tapi bayi yang lucu โค๏ธ Thankyouuu ibu nindaa sehat ya dede andayra โค๏ธ

  • great sharing ibu nindaaaa….semoga abang une dan adek ayra selalu jadi anak yg membangakan ibu ninda dan ayah dodo๐Ÿ˜

  • Ya Allah bunin, aku yang baca jadi bayangain. Seneng bgt klo udh baca tulisannya Bu Ninda.

  • Ya ampun abis baca ini langsung flashback waktu aku lahiran oktober thn lalu. Dan kita senasib krn anak pertama ga mau dititip kemana2. Jd ayahnya deh yg jagain while aku di proses ngeden2 itu. Sepikiran bgt kita bunin, aku gpp di ruang bersalin berjuang biar bisa cepet ktemu adek bayi. Artinya setelah itu bisa cepet2 ngumpul ber4 sama ayah dan si kakak. Subhanallah ya rasanya melahirkan.. congrats for being mommy of two! Enjoy! ๐Ÿ™‚

  • Terharu banget dooong baca cerita ibu Ninda yang ini. Semoga dede Ayra jadi anak perempuan yang cantik, pintar, sholihah, dan berbakti kepada kedua orang tua. Aamiiin. Selamat ya ibu Nindaaaa^^

  • Subhanallah bu Ninda, jujur aku masih kuliah dan se excited itu baca2 blognya bu Ninda. Ibaratnya jadi bisa nabung pengetahuan untuk nanti bisa merasakan apa yang bu Ninda rasakan hehe.
    Selamat datang dedek Ayra, dan bahagia selalu untuk bu Ninda sekeluarga๐Ÿ˜Šโค

  • subhanallah…terharu bgt bacanya bu nindaa. walaupun ini tulisan tentang kisahnya ibu ninda, tapi selalu aja ada pesan yg bisa diambil dan pelajarannya juga kaya tadi yg tata cara mengejan hehe. btw ibu ninda, dgn kaya tadi juga ibu ninda sm ayah dodo keliatan unyu koo hihi. once again, congratulations ibu ninda&family, may Allah always be with all of you, aamiin!! happily ever after ibu ninda๐Ÿ˜โค๏ธ

  • Terharuuu Bu ninda,,,, akhir Juli ini insyaAllah mau lahiran semoga bisa setenang Bu ninda yaaaa ๐Ÿ’•๐Ÿ’•

  • Gw kok kebawa critanya yah ampe berkaca kaca bacanya huhuuu thx nin udah share hal luar biasanya.. Hopefully aku bs selow ky kamu yah.. Mau liat baby ayra

  • Bu Nin… Subhanallah terharu banget ya Allah… Perjuangan ibu memang tiada tandingannya ya, selamat yah Bu Ninda ๐Ÿ™‚

  • Aku nangis ibu bacanya :'( Semoga sehat selalu ya ibu Ninda sekeluarga, jangan bosen-bosen berbagi cerita inspiratifnya <3

  • Subhanallah.. ๐Ÿ˜“๐Ÿค—
    Alhamdulillah.. selamat ya kk ninda.. akhirnyaa yg di tunggu” lahir dengan sehat dan bisa persalinan normal.
    Jujur, waktu puasa kemaren hanna nunggu” juga loh di ig dan blog kk ninda mengenai persalinan kk ninda inii, ( dalam hati bertanya udh lahiran blm yaaa kk ninda) โ˜บ๏ธ Ehh pas lebaran buka ig kk ninda, ternyata alhamdulillah sudah.. ๐Ÿ˜Š
    Rasanya pasti lega ya kak??
    Btw klau kk ingat hnna jg lg hamil anak kdua nih (hnna ada comment di ig kk bbrp bulan lalu mngenai sesama psikologi dan kk like. [hnna rasa pasti sdh kk lupa ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜„] )
    Skrg kehamilan hnna masuk 34w. Doain ya kk ninda, spy ntar hnna bisa lahiran normal lagi di hari dan waktu yg tepat, deg”an juga soalnya.

    Insya Allah kk ninda sekeluarga selalu dlm lindungan Allah yaa, sehat” smuanya…
    Hnna seneng bgt baca tulisan” kk ninda, menginspirasi bgt ๐Ÿ˜˜. Udah gtu dr tulisan” yg kk buat kelihatan kk orgnya lembut , sabar, ceria, asyik, and smart !! โ˜บ๏ธ Kyknya seneenng yah klo bisa kenal lgsg dgn kk, sayangnya jauhh sihh. Hihihii.
    Klo gtu di tunggu tulisan berikutnya ya kk, Kiss dr jauh buat abang une yg gemesin dan si cute ayra yaaaa ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ .

  • Ibu Nindaaa…. yaAllah aku sampe mewek2 bacanya :”) Selamat ibu Nin, alhamdulillah aku seneng baby ayra udah lahir. You’re my inspirator bu Nindaaโค

  • Terharuu bacanyaa.. jadi ikutan kebawa suasana… nyata banget bunin nyeritainnyaa… selamat datang di dunia anak sholehah๐Ÿ˜˜

  • Terharu bgt buuuuk bacanya :’) Selamat ya buninnnn semoga adik andayra dan bang une sehat terus… cantik dan ganteng mah udah pasti! Semoga ttp menginspirasi ya buuuu โค

  • Ibuuu ninda bikin list barang-barang yg harus dibawa ke rs kalo udah mau melahirkan dong๐Ÿ˜

  • ka nin aku pengikut baru. i’m so inspired dengan tulisan tulisan di blog ini dan nyesel knp baru tau ka nin skrg ๐Ÿ™ . cita cita aku juga sama. kuliah psikologi & nikah muda!! sekarang aku masih SMA tapi yaa gapapa lah ya bercita cita hehehe

  • COMMENTS (23)

    1. Melin 07th August 2017 at 10:56 pm -

      Terharu bacanya huhuhuโค

      Reply
    2. Himalaya 21st July 2017 at 6:27 pm -

      ka nin aku pengikut baru. i’m so inspired dengan tulisan tulisan di blog ini dan nyesel knp baru tau ka nin skrg ๐Ÿ™ . cita cita aku juga sama. kuliah psikologi & nikah muda!! sekarang aku masih SMA tapi yaa gapapa lah ya bercita cita hehehe

      Reply
    3. Amania F 07th July 2017 at 8:18 pm -

      Ibuuu ninda bikin list barang-barang yg harus dibawa ke rs kalo udah mau melahirkan dong๐Ÿ˜

      Reply
    4. May 07th July 2017 at 11:55 am -

      Terharu bgt buuuuk bacanya :’) Selamat ya buninnnn semoga adik andayra dan bang une sehat terus… cantik dan ganteng mah udah pasti! Semoga ttp menginspirasi ya buuuu โค

      Reply
    5. farahdhiyyy 06th July 2017 at 6:53 pm -

      Terharuu bacanyaa.. jadi ikutan kebawa suasana… nyata banget bunin nyeritainnyaa… selamat datang di dunia anak sholehah๐Ÿ˜˜

      Reply
    6. Nadhira Fariza 06th July 2017 at 4:25 pm -

      Ibu Nindaaa…. yaAllah aku sampe mewek2 bacanya :”) Selamat ibu Nin, alhamdulillah aku seneng baby ayra udah lahir. You’re my inspirator bu Nindaaโค

      Reply
    7. Hanna 06th July 2017 at 2:58 pm -

      Subhanallah.. ๐Ÿ˜“๐Ÿค—
      Alhamdulillah.. selamat ya kk ninda.. akhirnyaa yg di tunggu” lahir dengan sehat dan bisa persalinan normal.
      Jujur, waktu puasa kemaren hanna nunggu” juga loh di ig dan blog kk ninda mengenai persalinan kk ninda inii, ( dalam hati bertanya udh lahiran blm yaaa kk ninda) โ˜บ๏ธ Ehh pas lebaran buka ig kk ninda, ternyata alhamdulillah sudah.. ๐Ÿ˜Š
      Rasanya pasti lega ya kak??
      Btw klau kk ingat hnna jg lg hamil anak kdua nih (hnna ada comment di ig kk bbrp bulan lalu mngenai sesama psikologi dan kk like. [hnna rasa pasti sdh kk lupa ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜„] )
      Skrg kehamilan hnna masuk 34w. Doain ya kk ninda, spy ntar hnna bisa lahiran normal lagi di hari dan waktu yg tepat, deg”an juga soalnya.

      Insya Allah kk ninda sekeluarga selalu dlm lindungan Allah yaa, sehat” smuanya…
      Hnna seneng bgt baca tulisan” kk ninda, menginspirasi bgt ๐Ÿ˜˜. Udah gtu dr tulisan” yg kk buat kelihatan kk orgnya lembut , sabar, ceria, asyik, and smart !! โ˜บ๏ธ Kyknya seneenng yah klo bisa kenal lgsg dgn kk, sayangnya jauhh sihh. Hihihii.
      Klo gtu di tunggu tulisan berikutnya ya kk, Kiss dr jauh buat abang une yg gemesin dan si cute ayra yaaaa ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ .

      Reply
    8. Dwi Astuti 06th July 2017 at 12:08 pm -

      Aku nangis ibu bacanya :'( Semoga sehat selalu ya ibu Ninda sekeluarga, jangan bosen-bosen berbagi cerita inspiratifnya <3

      Reply
    9. Alina 06th July 2017 at 11:51 am -

      Bu Nin… Subhanallah terharu banget ya Allah… Perjuangan ibu memang tiada tandingannya ya, selamat yah Bu Ninda ๐Ÿ™‚

      Reply
    10. Inndy lenggasih 06th July 2017 at 11:29 am -

      Gw kok kebawa critanya yah ampe berkaca kaca bacanya huhuuu thx nin udah share hal luar biasanya.. Hopefully aku bs selow ky kamu yah.. Mau liat baby ayra

      Reply
    11. een 06th July 2017 at 11:21 am -

      Terharu, barakallah bu ninda, welcome to word buat baby ayra, semoga sehat selalu..

      Reply
    12. Suci satriani 06th July 2017 at 6:11 am -

      Terharuuu Bu ninda,,,, akhir Juli ini insyaAllah mau lahiran semoga bisa setenang Bu ninda yaaaa ๐Ÿ’•๐Ÿ’•

      Reply
    13. Raissa Nur Zahira 05th July 2017 at 11:57 pm -

      subhanallah…terharu bgt bacanya bu nindaa. walaupun ini tulisan tentang kisahnya ibu ninda, tapi selalu aja ada pesan yg bisa diambil dan pelajarannya juga kaya tadi yg tata cara mengejan hehe. btw ibu ninda, dgn kaya tadi juga ibu ninda sm ayah dodo keliatan unyu koo hihi. once again, congratulations ibu ninda&family, may Allah always be with all of you, aamiin!! happily ever after ibu ninda๐Ÿ˜โค๏ธ

      Reply
    14. bella octavia 05th July 2017 at 10:49 pm -

      Alhamdulillah. Sehat2 terus ibu ninda, ayah dodo, abang une, adek ayra dan keluarga semua.

      Reply
    15. Indira 05th July 2017 at 10:08 pm -

      Subhanallah bu Ninda, jujur aku masih kuliah dan se excited itu baca2 blognya bu Ninda. Ibaratnya jadi bisa nabung pengetahuan untuk nanti bisa merasakan apa yang bu Ninda rasakan hehe.
      Selamat datang dedek Ayra, dan bahagia selalu untuk bu Ninda sekeluarga๐Ÿ˜Šโค

      Reply
    16. Ruth Madeleine 05th July 2017 at 9:07 pm -

      Terharu banget dooong baca cerita ibu Ninda yang ini. Semoga dede Ayra jadi anak perempuan yang cantik, pintar, sholihah, dan berbakti kepada kedua orang tua. Aamiiin. Selamat ya ibu Nindaaaa^^

      Reply
    17. Tamara 05th July 2017 at 8:52 pm -

      Ya ampun abis baca ini langsung flashback waktu aku lahiran oktober thn lalu. Dan kita senasib krn anak pertama ga mau dititip kemana2. Jd ayahnya deh yg jagain while aku di proses ngeden2 itu. Sepikiran bgt kita bunin, aku gpp di ruang bersalin berjuang biar bisa cepet ktemu adek bayi. Artinya setelah itu bisa cepet2 ngumpul ber4 sama ayah dan si kakak. Subhanallah ya rasanya melahirkan.. congrats for being mommy of two! Enjoy! ๐Ÿ™‚

      Reply
    18. Nafissa Miftah Al Janah 05th July 2017 at 8:21 pm -

      Ya Allah bunin, aku yang baca jadi bayangain. Seneng bgt klo udh baca tulisannya Bu Ninda.

      Reply
    19. Nurul 05th July 2017 at 8:19 pm -

      great sharing ibu nindaaaa….semoga abang une dan adek ayra selalu jadi anak yg membangakan ibu ninda dan ayah dodo๐Ÿ˜

      Reply
    20. Cilah 05th July 2017 at 8:12 pm -

      Yaallah aku mau nangis bunin.. seketika aku inget suamiku :””) aku udah 31 weeks dan menuju deg degan.. tapi setelah baca tulisan bunin aku semangat, karena yang kita keluarin itu bukan kotoran tapi bayi yang lucu โค๏ธ Thankyouuu ibu nindaa sehat ya dede andayra โค๏ธ

      Reply
    21. Lenny Irawati 05th July 2017 at 8:10 pm -

      Kok jadi terharu ya ibu pas ibu selesai ‘berjuang’, liat suami bu Ninda khwatir, dan ibu yg tetep gak mau bikin suami tambah panik. Allahuakbar… Ikut bahagia baca cerita ibu โค

      Reply
    22. Re 05th July 2017 at 8:03 pm -

      Comgrats bunin (dan The A Family) udah jadi ibu dari dua anak! Kiss for Une dan Ayra ya โค๐Ÿ˜˜

      Reply
    23. Anisa faradilah 05th July 2017 at 7:58 pm -

      Subhanallah ibu Ninda :’) terharuu banget baca nya. Ibu ninda hebat ๐Ÿ‘

      Reply

    Leave a Reply