Processed with VSCOcam with f2 preset

Pregnancy: Hari-hari menuju Persalinan

tulisan ini dibuat sebelum aku menjalani proses persalinan. well, that’s why it seems like a diary ― cerita harianku dalam menghadapi persalinan ini.

 

Aku sangat bersemangat memasuki bulan Juni ini. Bukan hanya karena pada bulan ini anak pertamaku akan ulangtahun ke 5, tapi juga aku akan menyambut kelahiran anak keduaku. 23 Juni 2017 akan menjadi minggu ke 40 kehamilanku ini (alias HPL atau duedate). Aku berharap (dan entah kenapa I was so sure), anak ini akan lahir maju dari HPL-nya. Apalagi mengingat persalinan Une dulu juga maju 5 hari dari HPL dan prosesnya berjalan sangat lancar, so i hope this time should be the same or even better. Walaupun memang, berdasarkan pengalaman banyak temanku yang sudah memiliki dua anak dan menjalani persalinan normal untuk keduanya, mereka mengalami waktu yang cukup lama dalam proses persalinan anak kedua (rata-rata pasti mundur hari lahirnya dibandingkan dengan anak pertama atau bahkan mundur dari HPL). Jujur aku nggak mau terpengaruh dengan hal ini, setiap hari aku terus meyakinkan diriku kalau persalinan ini pasti akan berjalan lebih cepat dibandingkan HPL. Aku sampai punya pilihan tanggal-tanggal yang aku inginkan anakku bisa lahir di tanggal tersebut, yaitu: 9 Juni, 14 Juni, 19 Juni, Β and at least 23 Juni.

 

3 Juni 2017

Kontrol kehamilan 37 minggu, sambil mengecek hasil laboratorium. Ternyata hemoglobinku rendah (8.7 dari yang semestinya 11). Pantas beberapa hari belakangan aku sering banget keliyengan, aku kira karena kurang minum tapi ternyata kurang Hb. Nah, supaya nanti tidak ada kendala saat proses persalinan, aku perlu diinfus venofer mengingat tanggal sudah mepet dengan HPL. Aduh… Aku ini super anti dengan infus-infusan (dulu pernah punya pengalaman negatif dengan infus), jadi pas tahu harus diinfus hari itu juga dan tidak ada pilihan lain, rasanyaaa… πŸ™ Tapi ya sudahlah demi si adik bayi. Aku perlu diinfus 3x masing-masing 2 ampul dan harus diberi jarak 2 hari (dosisnya seperti itu, padahal kalau bisa aku kepingin langsung aja 6 ampul sekaligus, daripada harus copot-pasang infus 3x). Dengan perasaan dag-dig-dug, aku pasrah masuk IGD buat diinfus. Alhamdulillah, bidan yg menginfusku ini jago banget skill-nya. Namanya Ibu Ati. Karena beliau tahu aku sangat takut, akhirnya beliau coba menginfusku dengan teknik hypnoanesthesia, jadi alhamdulillah sama sekali nggak ada rasanya! πŸ˜€ Ibu Ati juga mengatakan padaku bahwa aku perlu berhenti mengonsumsi teh dan kopi untuk beberapa minggu ini, karena teh dan kopi dapat menghambat Hb dalam tubuh. Wih pantas saja, aku baru sadar kalau selama ini aku selalu keliyengan setelah minum teh, no wonder deh. Jadi, mulai hari ini aku mau nggak mau berhenti puasa supaya bisa mengonsumsi makanan untuk mengejar nilai Hb-ku.

 

5 dan 7 Juni 2017

Di kedua tanggal tersebut, aku menjalankan sisa infusku yang masih ada 2x lagi. Aku juga jadi rajin banget makan ati dan sayur bayam (dan menu ini aku ulang tiap hari sampai akhirnya melahirkan, bosen nggak tuh?! πŸ˜€ ), plus buah-buahan (mostly golden kiwi or sunkist). Oh ya, aku diajarkan juga oleh Ibu Ati, sebelum makan coba untuk berdoa pada Allah dan ‘berbincang’ dengan makanannya kalau aku yakin makanan ini mampu menaikkan nilai Hb-ku.

 

9 Juni 2017

Tanggal pertama yang jadi target kelahiran anakku ― bablas. Sama sekali tidak ada rasa mulas, malah super segar bisa ikut acara ultah Une di sekolah. Hehehe.

 

10 Juni 2017

Aku dan suamiku ikut prenatal class (senam hamil & kelas mengejan) bersama Ibu Ati (bidan yang kemarin menginfusku itu ternyata bidan senior πŸ˜€ ) di rumah sakitku alias RSIA YPK Menteng. Di kelas ini diajarkan ciri-ciri akan menghadapi persalinan, tips menghadapi gelombang cinta (kontraksi), cara yang tepat saat mengejan, dan masih banyak lagi. Seru banget dapat banyak ilmu baru, dan jadi me-refresh ingatan saat persalinan Une dulu. Yup, bismillah we’re ready!Β Hari ini kami juga kontrol kehamilan 38 minggu. Alhamdulillah, kepala bayiku sudah masuk ke dalam panggul, walaupun belum ‘ngunci’ banget, kalau kata dokter. Jalani aja, InsyaaAllah akan lahir di saat yang tepat.

 

11 sampai 13 Juni 2017

Setiap hari yang aku lakukan hanya pergi ke mall (dengan alasan supaya banyak jalan dan banyak gerak) + olahraga. Olahraganya tetap yoga (gerakan warrior 1, warrior 2, squats, dan goyang-goyang di gym ball). Aku bahkan mengganti kursi di kamar dengan gym ball, jadi sambil ngetik laptop duduknya di gym ball, main candy crush duduknya di gym ball, dst πŸ˜€ Lumayan sih efeknya, kadang kalau lagi salah posisinya suka bikin kaki pegal, hehehe. Tapi buat adik bayi, apa sih yang nggak… Btw, mulai hari ini aku minum maltofer (obat penambah Hb) yang diresepkan oleh dokterku saat kontrol terakhir kemarin.

 

14 Juni 2017

Dari awal tahu HPL-ku tanggal 23 Juni, langsung terbersit pingin banget anak ini nantinya lahir di tanggal 14 Juni. Kenapa? Karena 14 Juni tahun ini jatuh di hari Rabu (sama dengan tanggal & hari lahirku, walaupun aku tanggal 14 Maret). Kapan lagi ‘kan punya anak tanggal ultah dan hari lahirnya sama dengan ibunya? Jadi, aku coba terus afirmasi pada si adik bayi untuk lahir di tanggal tersebut, walaupun di akhir afirmasi selalu aku tambahkan, “itupun kalau kamu mau di tanggal itu ya sayang.. Ibu nggak maksa kok. Karena adik sendiri yang memilih mau dilahirkan di tanggal berapa.” Intinya aku kembalikan lagi ke si adik. Dan ternyata benar, dia nggak mau lahir di tanggal itu. Sama sekali nggak ada mulas padahal semua teknik sudah coba aku kerahkan, hehehe. Sempat ada perasaan drop sih, karena sudah ngarep ‘kan ya… Tapi yakin deh, ini pasti yang terbaik dari Allah buat aku dan adik bayi. Bismillah, masih ada tanggal lain! *semangat*

 

15 dan 16 Juni 2017

Kembali lagi jadi anak mall. Jalan terus padahal kaki sudah super bengkak. Sedihnya, gelombang-gelombang cinta itupun belum juga nongol, padahal badan jadi tambah gembrot dan dompet menipis karena jajan melulu di mall πŸ™ Hahahahaha, ciyan deh lo. Tapi kok ya, 2 hari ini rasanya si adik anteng banget di perut ya? Gerakannya kok nggak seaktif biasanya ya? Coba besok tanya ke dokter, deh.

 

17 Juni 2017

Kontrol kehamilan 39 minggu! *jengjengjeng* *sudah di depan mata* *IT’S GETTING REAL* Begitu masuk ruangan dokter, beliau langsung bertanya, “Gimana Ninda? Belum ada rasa?” sambil tertawa. Aku menciut, “Belum ada, Dok. Paling ya kontraksi palsu aja.” “Ya nggak apa-apa, kita tunggu aja ya,” jawab dokterku ringan. Ini nih yang aku suka, dokterku sangat pro persalinan normal (yang belum tahu aku kontrol kandungan dengan dokter siapa, namanya dr. Yusfa Rasyid, SpOG, beliau praktek di RSIA YPK Menteng). Jadi selama beliau tidak melihat adanya masalah, pasti akan ditunggu. Ketuban bagus, plasenta oke, ada satu lilitan di leher (tapi ini bukan masalah), posisi kepala bayi makin turun walaupun masih juga belum ‘ngunci’. Akhirnya aku cerita tentang gerakan bayiku yang nggak seaktif biasanya itu. Dokter langsung menyuruhku untuk melakukan cek detak jantung bayi (cek CTG). Alhamdulillah hasilnya bagus (dari cek CTG itu diketahui juga kalau sebenarnya aku sudah ada mulas tapi memang masih jarang sekali dan tidak spektakuler rasanya, jadi mungkin tidak terasa olehku). Untuk nilai Hb-ku, dokter bilang nanti aja dicek lagi kalau aku sudah mulai terasa kontraksi.

 

18 Juni 2017

Hari ini H-5 dari HPL-ku. Waktu hamil Une, Une itu lahir H-5 dari HPL-nya dulu. Kalau si adik nggak lahir di hari ini, berarti hari lahirnya lebih mundur dibandingkan abangnya dulu. Entah mengapa, aku langsung deg-degan dan sedih. Aduh… Aku baru tahu banget ternyata menghitung hari akan melahirkan itu NGGAK ENAK BANGET. Super galau karena kita sama sekali nggak tahu kapan akan melahirkan (mungkin mamak-mamak di luar sana yang lagi menunggu hari persalinan dan pernah mengalami hal ini tahu banget deh yang aku rasakan seperti apa). Aku nggak mau terlalu lama menunggu lagi πŸ™ Ya tapi memang belum ada rasa, mau bagaimana lagi… Pasrah, ya Allah. Aku pasrah.

 

19 Juni 2017

Setelah tanggal 14 Juni yang aku taksir sudah lewat, nah tanggal 19 Juni jadi pilihan berikutnya. Walaupun memang aku tahu nggak perlu ngarep terlalu banyak, yakin aja sama ketentuan Allah. Di solat subuh hari ini, rasanya aku galau banget. Aku berdoa panjang-panjang sambil nangis nggak berhenti. Aku katakan aku pasrahkan semuanya, aku ikhlas dengan kehamilan ini dan seluruh prosesnya, aku tahu pilihan yang Allah kasih adalah yang paling baik. Aku mohon ampun pada-Nya, kalau aku terlalu banyak berharap yang mungkin bukan yang terbaik menurut-Nya. Akhirnya aku paham, sekuat dan serajin apapun usahaku, tetaplah Allah yang memegang peranan dan Allah pasti memberikan yang terbaik sesuai usahaku. Jadi yang perlu aku lakukan adalah berbaik sangka pada-Nya πŸ™‚ Aku doakan anakku agar dipermudah jalannya untuk bertemu denganku. Aku katakan dia anak yang baik dan tidak pernah menyusahkanku selama kehamilanku ini, jadi aku mohon Allah memudahkannya. Aku mohon Allah meridhai hidupnya agar kelak lahir dalam keadaan sehat, selamat, dan sempurna. Ya Allah.. Lemas banget rasanya.. Aku benar-benar sudah sampai tahap ikhlas dan pasrah dengan ketentuan Allah. Aku yakin Allah pasti baik padaku dan anakku πŸ™‚

 

20-22 Juni 2017

Aku mulai fokus untuk merawat diriku saja, dibanding memikirkan hal lain yang bisa membuatku galau lagi. Setiap hari aku luluran, nge-blow rambut, masker muka, waxing. Lalu, beres-beres kamar sambil tak lupa makan kue cokelat favorit, hehehe. Induksi alami dan endorphin massage pun tetap rutin dilakukan sejak beberapa minggu lalu, yoga hamil pun tetap dijalani. Pokoknya apapun deh yang bikin hepi, bismillah good vibes makes good mood for my last days of this pregnancy πŸ˜€

 

23 Juni 2017

Tepat hari H HPL-ku. Habis menenami suami sahur, solat subuh eh nangis lagi. Nangisnya lebih banyak dari nangis di Senin subuh kemarin, hehehe. Hari ini aku akan kontrol kehamilan 40 minggu. Bismillah, doakan ya! πŸ™‚


bersambung ― untuk lanjutannya akan aku ceritakan di post berikutnya ya, tentang cerita persalinanku. tunggu ya!

 

 

Always Love,

AnindaΒ β€” The-A-Family

13,863 total views, 1 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

13,864 total views, 2 views today

Other posts

  • Selalu suka baca posting nya bunin.. alhamdulillah ya sekarg udh lahiran.. can’t wait nunggu kelanjutan ceritanya.. semoga.. satu hal yg bisa sya petik.. kita harus berbaik sangka kepada Allah.. karna takdirNya pasti baik.. ya Allah maafkan selama ini mash suka suuzdon kepadaMu.. maafkan ya Allah.. meskipun udh 5 thun mnikah dn smpai skrg blum dpt izin dr Allah untuk punya anak.. tapi takdir Allah pasti baik.. keep istiqomah.. semoga bunin dan adik bayi sehat selalu.. menjadi anak yg selalu diberkahi Allah.. barakallah.. aamiin.. doain saya ya bunin..

  • YaAllah… Bu Ninda…
    Jujur aku ikut tegang nunggu2 kapan bu Ninda lahiran.. Setiap hari di awal juni aku selalu update postingan IG dan Instastory ibu dan Une. Jadi ikut deg2an.
    Setelah baca postingan ibu ini, banyak pelajaran yg aku ambil, terutama untuk kehamilan pertamaku sekarang yang menginjak 16minggu.
    Setiap minggu aja aku selalu deg2an sama kehamilan aku, apalagi saat mendekati persalinan nanti ya, seperti yang bu Ninda rasain sensasinya, deg2annya, pasrahnya, dan ikhlasnya.
    Terima kasih banyak ibu sudah selalu mau berbagi ilmu lewat cerita2 ibu di blog ibu Ninda.
    Semoga keluarga kita senantiasa sakinah, anak2 kita diberi kesehatan dan keselamatan dunia akhirat. Aamiin ya Allah πŸ˜‡
    Sehat selalu ya ibu Ninda, ayah Dodo, Abang Une, dan si cantik Andayra.. ❀
    .
    .
    Ibu, aku suka kartunya. Aku mauu.. Hehe

  • haloo bu Ninda! 😁 aku selalu suka & pasti baca postingan2 bu Ninda disini.. walaupun aku baru 17 tahunn tp aku bisa mendalami bgt deh cerita2 seru bu Ninda, dan gak jarang aku merinding plus nangisssss terharu pas bacaa seakan-akan aku tau rasanya &bakal spt bu Ninda aja gitu nantiπŸ˜‚πŸ˜‚. salam untuk abang Une dan adik Ayra yaaa buu.. setiap video/foto yg di post di IG Une juga pasti akuu selalu suka & jadi favorite akuu, sayangnya waktu itu sempet ketemu bu Ninda dan Une tapi Unenya lagi malu2 buat foto hihihi semoga nanti aku bisa ketemu lagi dan fotonya juga skrg jadi bareng adik Ayra juga yaaaβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈπŸ’“. semoga Une dan Ayra selalu sehat2 yaaa bu Nindaa, begitu juga dgn ayah & ibunyaa.. Aamiin

  • semua tulisan ibu ninda aku suka banget. sebenernya aku udah ngikutin banget tentang une&ibu ninda dari dulu, dan blog isi dari blognya ibu ninda juga sangat menginspirasi yang tentunya bukan cuma aku tapi banyak org diluar sana. pas tau une bakal punya adik aku ikut seneng dan excited banget nunggu postan instagram dan cerita cerita selanjutnya hihi. kalau tentang pregnancy, karena aku belum ngalamin aku jadi gatau gimana yg sebenarnya, tapi blog ibu ninda bangak pelajaran yang bisa diambil buat kelak kalau nanti aku ngalamin hihi. selamat atas kelahiran Ayra ya ibu ninda&sekeluarga. keep inspiring buuπŸ€—πŸ’•πŸ’•

  • Suka dengan tulisan dan postingan dr bu ninda. Isinya ada pesan moral yang kadang kita lupa. Ditunggu kelanjutannya ibu nindaa. Sehat selalu yaa. Salam untuk Unee ganteng.

  • Haiiiii Ibu Nindaaaa πŸ™‹
    Aku belum menikah, belum tau rasanya hamil & melahirkan tp barusan saat baca cerita persalinan ke 2 nya Bu Nin sampe nangis & berasa aku yg melahirkan 😊😊😊
    Cerita dr Bu Nin selalu menginspirasi ❀❀❀
    Terimakasih u/setiap cerita dr Bu Nin, ditunggu cerita-cerita berikutnya.
    Sehat selalu u/semua πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œ

  • COMMENTS (9)

    1. Rieke Christi 06th July 2017 at 11:31 am -

      Haiiiii Ibu Nindaaaa πŸ™‹
      Aku belum menikah, belum tau rasanya hamil & melahirkan tp barusan saat baca cerita persalinan ke 2 nya Bu Nin sampe nangis & berasa aku yg melahirkan 😊😊😊
      Cerita dr Bu Nin selalu menginspirasi ❀❀❀
      Terimakasih u/setiap cerita dr Bu Nin, ditunggu cerita-cerita berikutnya.
      Sehat selalu u/semua πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œ

      Reply
    2. Islah 05th July 2017 at 4:52 pm -

      Haii ka Utet, so very inspiring! Selalu nunggu posting-an selanjutnya :))

      Reply
    3. Syifa' Naazila 01st July 2017 at 8:03 pm -

      Suka dengan tulisan dan postingan dr bu ninda. Isinya ada pesan moral yang kadang kita lupa. Ditunggu kelanjutannya ibu nindaa. Sehat selalu yaa. Salam untuk Unee ganteng.

      Reply
    4. Raissa Nur Zahira 30th June 2017 at 6:05 pm -

      semua tulisan ibu ninda aku suka banget. sebenernya aku udah ngikutin banget tentang une&ibu ninda dari dulu, dan blog isi dari blognya ibu ninda juga sangat menginspirasi yang tentunya bukan cuma aku tapi banyak org diluar sana. pas tau une bakal punya adik aku ikut seneng dan excited banget nunggu postan instagram dan cerita cerita selanjutnya hihi. kalau tentang pregnancy, karena aku belum ngalamin aku jadi gatau gimana yg sebenarnya, tapi blog ibu ninda bangak pelajaran yang bisa diambil buat kelak kalau nanti aku ngalamin hihi. selamat atas kelahiran Ayra ya ibu ninda&sekeluarga. keep inspiring buuπŸ€—πŸ’•πŸ’•

      Reply
    5. Galuh 30th June 2017 at 12:31 pm -

      haloo bu Ninda! 😁 aku selalu suka & pasti baca postingan2 bu Ninda disini.. walaupun aku baru 17 tahunn tp aku bisa mendalami bgt deh cerita2 seru bu Ninda, dan gak jarang aku merinding plus nangisssss terharu pas bacaa seakan-akan aku tau rasanya &bakal spt bu Ninda aja gitu nantiπŸ˜‚πŸ˜‚. salam untuk abang Une dan adik Ayra yaaa buu.. setiap video/foto yg di post di IG Une juga pasti akuu selalu suka & jadi favorite akuu, sayangnya waktu itu sempet ketemu bu Ninda dan Une tapi Unenya lagi malu2 buat foto hihihi semoga nanti aku bisa ketemu lagi dan fotonya juga skrg jadi bareng adik Ayra juga yaaaβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈπŸ’“. semoga Une dan Ayra selalu sehat2 yaaa bu Nindaa, begitu juga dgn ayah & ibunyaa.. Aamiin

      Reply
    6. Lenny Irawati 30th June 2017 at 7:15 am -

      YaAllah… Bu Ninda…
      Jujur aku ikut tegang nunggu2 kapan bu Ninda lahiran.. Setiap hari di awal juni aku selalu update postingan IG dan Instastory ibu dan Une. Jadi ikut deg2an.
      Setelah baca postingan ibu ini, banyak pelajaran yg aku ambil, terutama untuk kehamilan pertamaku sekarang yang menginjak 16minggu.
      Setiap minggu aja aku selalu deg2an sama kehamilan aku, apalagi saat mendekati persalinan nanti ya, seperti yang bu Ninda rasain sensasinya, deg2annya, pasrahnya, dan ikhlasnya.
      Terima kasih banyak ibu sudah selalu mau berbagi ilmu lewat cerita2 ibu di blog ibu Ninda.
      Semoga keluarga kita senantiasa sakinah, anak2 kita diberi kesehatan dan keselamatan dunia akhirat. Aamiin ya Allah πŸ˜‡
      Sehat selalu ya ibu Ninda, ayah Dodo, Abang Une, dan si cantik Andayra.. ❀
      .
      .
      Ibu, aku suka kartunya. Aku mauu.. Hehe

      Reply
    7. Ne 29th June 2017 at 6:23 pm -

      Selalu suka baca posting nya bunin.. alhamdulillah ya sekarg udh lahiran.. can’t wait nunggu kelanjutan ceritanya.. semoga.. satu hal yg bisa sya petik.. kita harus berbaik sangka kepada Allah.. karna takdirNya pasti baik.. ya Allah maafkan selama ini mash suka suuzdon kepadaMu.. maafkan ya Allah.. meskipun udh 5 thun mnikah dn smpai skrg blum dpt izin dr Allah untuk punya anak.. tapi takdir Allah pasti baik.. keep istiqomah.. semoga bunin dan adik bayi sehat selalu.. menjadi anak yg selalu diberkahi Allah.. barakallah.. aamiin.. doain saya ya bunin..

      Reply
    8. Clara 28th June 2017 at 10:08 pm -

      Waaah nggak sabar banget baca cerita persalinannya nih, Bu Nin!πŸ˜„

      Reply
    9. Nuri 28th June 2017 at 8:59 pm -

      Ditunggu kelanjutan ceritanya bu nin😘

      Reply

    Leave a Reply