IMG_2763

Pregnancy: Newborn Checklist Tips ala Ibu Ninda

Greetings from the 3rd trimester! Yeay! Hari ini kehamilanku memasuki 34 minggu, and anytime in the next 6 weeks (InsyaaAllah), I’m ready to meet my little one! 😀 Untuk menyambut kelahirannya, aku sudah mempersiapkan beberapa perlengkapannya. Awalnya, memang aku santaaai banget mempersiapkannya. Berbeda banget dengan waktu hamil Une, pas tahu sudah 7 bulan dan boleh beli ini-itu, aku langsung semangat banget belanja, tapi tidak dengan kehamilan yang ini. Di kehamilan ini, aku baru mempersiapkan perlengkapan bayi setelah usia kandungan hampir 8 bulan, itupun karena aku baru ngeh baju-baju Une dulu sudah tidak ada yang oke untuk dipakai adiknya.

 


The Essentials Newborn Checklist

Untuk perlengkapannya sendiri, aku akui memang tidak seheboh dan sebanyak Une dulu. Ada beberapa barang (di luar baju) yang masih bisa dipakai lagi oleh si adik. Jadi, aku beli perlengkapan yang (berdasarkan pengalamanku dulu saat Une lahir) penting saja.

 

Here’s the list ala Ibu Ninda:

Pakaian

  • Popok: 1 lusin (karena waktu Une dulu setelah puput pusar langsung aku pakaikan celana)
  • Bedong: 1 lusin (setelah tidak dipakai untuk membedong, bisa dipakai untuk alas tidur atau selimut)
  • Baju tanpa lengan: 1 lusin mix ukuran (untuk newborn 6 pcs, untuk di atas 3 bulan 6 pcs)
  • Baju lengan pendek: 1 lusin mix ukuran (untuk newborn 6 pcs, untuk di atas 3 bulan 6 pcs)
  • Baju lengan panjang: ½ lusin mix ukuran (tidak perlu terlalu banyak karena beli sleepsuit juga)
  • Celana pendek/celana pop/celana ¾: 1 ½ lusin mix ukuran (celana pendek khususnya celana pop ini sangat penting, menurutku. sehari bisa ganti berkali-kali apalagi kalau memang tidak dipakaikan pospak. jangan lupa mix ukuran ya!)
  • Celana panjang: ½ lusin mix ukuran (i prefer yang ujungnya terbuka, tidak perlu terlalu banyak karena beli sleepsuit juga)
  • Sarung tangan-kaki: masing-masing cukup 2 pasang (karena ada beberapa anak yang nggak betah juga dipakaikan ini)
  • Sleepsuit: 2 set (1 set biasanya isi 3 pcs jadi beli 6 pcs)
  • Jumper: 1 set biasanya isi 5 pcs
  • Baju pergi: ± 5 set (atasan dan bawahan untuk umur 0-3 bulan)
  • Slaber (tadah liur): 1 set biasanya isi 5 pcs
  • Sapu tangan: 2 pack (asli ini kecil-kecil tapi penting)
  • Kaos kaki: 1 set biasanya isi 5-6 pasang
  • Pre-walker (sepatu bayi): 1-2 pasang
  • Selimut: 2-3 pcs (i prefer yang bahannya lumayan tebal, jadi selain bisa dipakai tidur di rumah, juga bisa dipakai pergi)
  • Lap berbentuk kain kecil (bukan sapu tangan dan tidak berbahan handuk): 1 lusin
  • Perlak: 2 pcs dengan 2 ukuran yang berbeda, yang kecil untuk alas ompol di tempat tidur dan yang besar bisa sekalian untuk alas setelah mandi
  • Pospak (popok sekali pakai atau diapers): cukup beli 1 pack yang isinya banyak (kalau Une dulu aku pakaikan pospak hanya untuk tidur malam dan pergi saja)
  • Detergen dan softener khusus pakaian bayi
  • Ember dengan tutup untuk mencuci khusus pakaian bayi (kalau aku tidak dicampur dengan ember yang biasa dipakai untuk baju dewasa)
  • Hanger dan jepitan baju untuk menjemur pakaian bayi
  • Keranjang baju bayi (cari yang memiliki tutup)

— Perlengkapan Mandi

  • Bak mandi & baby bather: buatku baby bather ini juara sih! Buat ibu-ibu yang penakut ngga berani gendong sambil mandiin bayi sepertiku, penggunaan baby bather ini jadi penolong banget sih. Bayinya tinggal direbahkan/didudukkan ke baby bather-nya, mandikan, selesai! As easy as 1-2-3. Kalau pas Une dulu, baby bather-nya ini aku masukkan ke dalam bak mandi (bak mandi yang Une pakai dulu juga akan dipakai oleh adiknya nanti, bak mandi biasa bukan yang ada sensor suhunya itu hehehe). Jadi, air bekas mandinya ditampung di dalam bak, setelah itu tinggal dibuang deh. Easy peasy! (PS: tapi jangan lupa setelah dipakai, baby bather-nya dijemur ya, agar tidak lembab dan berjamur 🙂 )
  • Handuk: 2-3 pcs yang berbahan lembut untuk kulit bayi
  • Washlap: ½ lusin
  • Bath essentials → sabun, sampo, hair lotion, baby lotion, baby cream, minyak telon, dsb: cari yang sudah jadi 1 set (biasanya sudah include semua ini). Untuk merk-nya, memang kembali lagi ke cocok atau tidaknya dengan jenis kulit bayi. But I honestly prefer the cheap one but has the good quality. Bukan apa-apa, karena biasanya yang bermerk malah membuat kulit bayi menjadi sensitif dan membuat bayi tidak bisa pakai merk-merk biasa (sejauh yang aku tahu ya). Jadi, aku lebih suka yang biasa saja. Selain itu juga gampang belinya, kalau habis stock di rumah, tinggal melipir ke minimarket/supermarket dekat rumah 😀
  • Kapas: bisa beli yang sudah dibulatkan (aku beli 5 bungkus) atau beli yang masih digulung. Fungsinya untuk membasuh (mencebok) alat kelamin bayi sehabis pipis dan pup. Caranya dengan memasukkan kapas yang sudah dibulatkan ke dalam wadah tertutup yang berisikan air matang.
  • Kain kasa dan alkohol: untuk perawatan sebelum puput pusar
  • Sisir
  • Tissue kering dan tissue basah

Perlengkapan Lainnya

  • Gunting kuku
  • Cotton Bud
  • Thermometer
  • Bedding set: cukup 1 set yang isinya hanya bantal, guling, dan selimut aja sih – apalagi kalau masih tidur dengan orangtua. Kalau akan tidur di baby crib, jangan lupa seprei dan bumper-nya juga. Oh iya, bantal peyang penting banget! Menurutku bentuk kepala Une jadi bagus karena bantal peyang juga sih 😀
  • Mainan bayi: 1-2 mainan saja

— Perlengkapan Ibu

  • Korset: ini penting sebenarnya, tapi aku kok ya ngga nyaman pakainya… Entah karena salah pilih merk atau gimana, tapi itu rasanya panas banget, gatal, dan nggak bisa diam di satu posisi (nanti tiba-tiba turun atau naik sendiri). Aku beli dua tipe waktu itu, yang ikat dan velcro, dan dua-duanya sama saja 🙁 Well, paska persalinan kali ini sepertinya harus benar-benar cari yang cocok deh…
  • Breast pad
  • Bra menyusui
  • Apron menyusui
  • Nipple Cream

 

NOTE : untuk barang-barang yang tidak aku sebutkan di atas (such as: singlet, topi bayi, peniti, etc) berarti tidak aku pakai dan tidak ku anggap penting ya 🙂

 


Yay or Nay?

Ada beberapa perlengkapan bayi yang kadang membuat kita ragu untuk membelinya. Dimulai dari ragu akan fungsi/manfaat perlengkapan tersebut sampai ragu karena harganya yang memang tidak murah. Di sini aku ingin share tentang pengalamanku tentang perlengkapan bayi tersebut. Nah, karena ini murni berdasarkan pengalaman pribadiku, jadi tidak bisa dianggap semua orang akan merasakan seperti yang aku rasakan ya 🙂

Stroller: jujur, sampai sekarang aku belum bisa memutuskan barang ini penting atau tidak. Berdasarkan pengalaman Une, Une cuma pakai stroller sampai usia 3 bulan, selebihnya pakai carrier atau gendongan. Waktu masih newborn, stroller berguna banget untuk bawa Une saat pergi. Setelah 3 bulan dan mulai ngerti dengan orang-orang di sekitarnya, entah mengapa Une anti banget di stroller (mungkin dia merasa sepi kali ya..). So, alhasil mulai saat itu setiap pergi-pergi, stroller Une akan jadi tempat buat menggantung/menaruh belanjaan saja, hehehe. Kecuali jika memang durasi pergi kami agak lama dan melewati jam tidur Une, nah mau nggak mau Une pasti akan tidur di stroller, cuma ya kalau sudah bangun pasti akan minta digendong lagi 😀 Tapi nilai positifnya adalah saat Une sudah bisa jalan, Une nggak mau lagi digendong dan lebih memilih untuk jalan walaupun kami tahu cukup menguras tenaganya. Turns out, Une jadi anak mandiri yang bisa jalan sendiri, tanpa harus merepotkan ayah atau ibunya dorong-dorong stroller. Nah, untuk bayi yang sekarang ini, I still have no idea. Sudah ada satu merk stroller yang aku taksir, tapi sepertinya sayang juga kalau ternyata malah nggak akan terpakai seperti abangnya dulu. So ya… Just wait and see..

— Carrier atau gendongan: kemungkinan besar barang ini aku akan pakai lagi sih, hanya saja kali ini ingin beli yang ada hipseat-nya (waktu zaman Une dulu belum ada hipseat huhuhu). Yang sangat aku suka dari carrier adalah kepraktisannya – masukkan bayi, pasang, langsung bisa jalan deh. Kalau Une dulu, dia sangat nyaman dan tidak mudah bosan jika jalan-jalan dengan carrier. Untuk masalah pegal, sakit punggung, dan panas yang mungkin dirasakan si penggendong, menurutku itu kembali lagi ya merk carrier-nya sendiri. Alhamdulillah, aku dulu nggak merasakan hal yang tidak nyaman sih 🙂

— CarseatI know ini nggak boleh dan dapat berbahaya untuk bayi, but I don’t have any carseat. Kenapa? Alasannya, karena kami sering sekali pergi ramai-ramai sekeluarga (dan sudah pasti mobil penuh dengan penumpang), jadi aku pikir kalau beli carseat pun pasti tidak akan bisa terpakai maksimal. Kalau di mobil, Une terbiasa digendong/dipangku olehku, dan kami selalu memilih untuk duduk di belakang (even cuma pergi bertiga dengan suamiku pun, kami tetap duduk di belakang). Saat Une makin besar dan sudah tidak mungkin aku pangku lagi, di situlah Une mulai belajar duduk sendiri dan memakai seatbelt (seperti saat ini sudah nyaman duduk dengan memakai seatbelt). Untuk bayi yang ini, aku belum tahu akan tetap tidak memakai carseat atau malah memakaikannya.

— Breast pump: saat memberikan ASI untuk Une, aku beli breast pump. Tapi ternyata, entah bagaimana ASI-ku sangat sedikit jika dipompa. Ada yang mengatakan payudaraku tidak cocok dengan cara pompa pada breast pump-nya, tapi aku juga tidak paham betul apa yang salah. Ada sebagian temanku yang sangat cocok dengan breast pump, ada lagi yang lebih cocok memerah dengan tangan. Well, sepertinya ini kembali lagi ke pribadi masing-masing ya. Menurutku, sebelum membeli sebaiknya cari tahu lebih lanjut mengenai cara kerja breast pump dan pengalaman orang-orang terkait breast pump tersebut. Nah, jika sudah pasti ingin memompa ASI, berarti jangan lupa juga sediakan serangkaian peralatan lainnya, seperti botol kaca untuk menyimpan ASIP, botol susu atau cup feeder, penghangat ASIP, dsb. (cerita lebih lanjut tentang perjuanganku memberikan ASI untuk Une akan segera aku share ya!)

– Sterilizer: aku beli sterilizer sejak hamil Une dulu. Aku pikir akan berfungsi dengan maksimal secara sterilizer ini akan berguna untuk mensterilkan botol susu Une (karena niatnya mau kasih ASIP) dan bisa juga untuk menghangatkan ASIP Une. Tapi karena kenyataannya berbeda, jadinya sterilizer Une pun jarang terpakai, dan baru terpakai lagi untuk mensterilkan alat makan Une saat MPASI. Tapi entah kenapa, menurutku agak repot (karena aku mengasuh Une sendiri) jika bolak-balik mensterilkan alat makan seperti itu. Akhirnya, alat makan Une aku sterilkan dengan cara zaman baheula – siram dengan air panas! 😀 Untuk mainan-mainan Une yang bisa aku sterilkan dengan siram air panas, aku lakukan dengan cara tersebut juga. Namun, untuk beberapa mainan yang tidak bisa disiram air panas, aku sterilkan dengan membeli cairan pembersih bakteri di ELC.

— Bouncer/Rocker: barang ini bermanfaat sih menurutku. Dulu, waktu aku sedang mengerjakaan skripsi, pasti Une aku dudukkan di bouncer/rocker 😀 Untuk saat ini, aku belum ada niatan untuk membeli yang baru (walaupun memang bouncer/rocker zaman sekarang keren-keren yaaa bikin pingin), karena aku yakin pasti akan ada yang kasih kado ini. PS: bouncer/stroller adalah hadiah kelahiran ter-mainstream yang pernah ada hahahaha!

— Diaper bag atau tas bayi: awal-awal Une lahir, tas bayi ini memang penting banget buat dibawa kemana-mana. Isinya apalagi kalau bukan perlengkapan Une – mulai dari 1 set pakaian ganti, pospak, lap kecil (bisa jadi alas pas ganti pospak), sapu tangan, tissue basah dan tissue kering, mainan, sampai selimut. Tapi seingatku hal itu tidak bertahan lama. Sewaktu Une mulai nggak mau pakai stroller lagi, aku mulai malas bawa tas bayi karena repot bawanya (mau digantung dimana? hehehe). Akhirnya, aku beralih ke pouch diaper. Isinya hanya yang penting-penting saja yaitu: 1 set pakaian ganti, 1 pospak, 1 lap kecil, 1 tissue basah, dan voila muat dalam 1 pouch! Pouch-nya tinggal dicemplung masuk ke dalam tas ibu deh 😀

— Baby crib atau box bayi: waktu Une bayi, box bayi-nya hanya terpakai saat tidur siang saja. Kalau tidur malam, Une full tidur di sampingku untuk memudahkan aku menyusui Une, hehehe. Nah, rencananya bayi yang ini mau aku taruh di box lebih lama dibandingkan Une dulu 🙂

— Baby tafel: kalau menurutku barang ini cukup penting dan berguna untuk jangka waktu yang cukup lama. Selain untuk tempat memakaikan baju pada bayi setelah dia mandi, lemari di baby tafel bisa juga sebagai tempat menaruh perlengkapan kesehatan dan baju-baju bayi.

 


Where to buy?

Untuk perlengkapan sehari-hari (seperti pakaian sehari-hari dan peralatan mandi), aku beli di ITC Kuningan. Inilah 2 toko tempat aku membeli perlengkapan tersebut:

  • Jungle Baby Shop – ITC Kuningan Lantai 4, Blok B10 – Review: tempatnya tidak crowded dan petugasnya helpful banget! Banyak memberikan saran dan pilihan, tapi juga tidak memaksa kalau kita tidak membeli sesuai saran dan pilihan mereka.
  • Fany Baby Shop – ITC Kuningan Lantai 4, Blok B8 – Review: barang-barangnya lengkap dan murah. Tapi, crowded banget nggak kuat!

Untuk baju pergi, pre-walker, dan sleepsuit, aku beli di:

  • Mothercare  all storeReview: Mothercare always in my top list to go! Tahu sendiri ‘kan ya kualitas bahan pakaian bayi di Mothercare memang tebal dan bagus jadi pastinya awet dan tidak mudah rusak 🙂
  • Anakecil Factory Outlet – Jalan Cimandiri, Nomor 32, Bandung – Review: karena pas banget kemarin lagi di Bandung, akhirnya mampir ke sini deh. Koleksinya banyak dengan merk yang beragam.

Untuk mainan, aku beli di:

  • Early Learning Center (ELC) all store – Review: selalu suka dengan mainan-mainan di ELC, karena memang disesuaikan sekali dengan tahapan perkembangan anak. Akhirnya kemarin beli 2 mainan deh untuk si calon bayi, hehehe.

 

Oh ya, untuk beberapa perlengkapan lainnya (seperti bedding set, apron, dll), aku beli online. Feel free to ask me in comment section ya, if you want to know further 🙂

 


Yup! Begitulah serangkaian newborn checklist tips ala aku, hehehe. Checklist ini aku buat berdasarkan pengalamanku saat Une bayi dulu ya, so maybe it’s too subjective yet could help you to decide what to buy. Kalau ada yang mau sharing atau bertanya, boleh banget komen di bawah ya, pasti aku balas. Boleh juga post ini dioper ke teman atau saudaranya yang mungkin butuh. Semoga bisa menjadi ‘pencerahan’ untuk sesama mom-to-be yang bingung mau beli apa saja untuk bayinya 😀

 

 

Always Love,

Aninda — The-A-Family.com

11,214 total views, 5 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

11,215 total views, 6 views today

Other posts

    • Hai Prima! Kalau punya Une dulu merk Mothercare. Nah untuk yg sekarang aku belum beli, masih dalam tahap baca-baca review orang nih. Tapi kemungkinan akan beli GEOS (gendongan kaos) dulu sih 😊

  • Bu nin, karena aku blm pernah punya baby (yaiyalah secara blm nikah) jd masih belum kebayang beberapa barang yg bu nin sebutin ky apa wujudnya (ntar googling kook). Tp wlpn begitu aku selalu baca postingan bu nin dan aku suka 🙂

  • Hai Tita! Iya, basahnya sampai ke alas-alasnya. Aku dulu rutin ngecekinnya sih, jadi aman. Tapi memang iya, mulai ngga aman tuh pas Une umur > 6 bulan. Pernah pas lagi makan eh dia pipis aja dong 😅 Akhirnya mulai saat itu siang pun aku pakaikan diaper (biar ngga ganggu kegiatannya dia aja sih). Nah mulai umur 18 bulan balik lagi tuh ke awal, pake celana pop lagi kalau siang (kecuali pas bobo siang ya) dan sdh rutin aku bawa ke kamar mandi tiap 1 jam sekali awalnya lalu kemudian bertahap jadi 1,5 jam dst. Intinya mau membiasakan Une kalau mau pipis harus bilang dan harus di kamar mandi. Mulai umur 2th, akhirnya bobo siang bisa lepas diaper wlpn awal-awalnya sempat ngompol 😂 Terus bertahap sampai akhirnya tidur malam pun bisa lepas diaper tanpa ngompol. Gituuu.. Nanti deh kapan-kapan aku share toilet trainingnya Une ya! 😊 Btw, ayo tambah bayi lagiiiii hihihi ❤️

  • Waalaikumsalam Tiwi! Menurutku, pumping itu sebenarnya dibutuhkan kalau kamu lagi harus pergi dan bayi ngga bisa ikut, atau misalnya kamu lagi sakit dan ngga bisa menyusui langsung, atau payudara kamu tetap terasa penuh padahal sudah menyusui, dst. Jadi kalau ditanya pumping itu perlu atau ngga, ya perlu juga. Tapi menurutku beli-beli alat pumping bisa menyusul kok, baca-baca review alat pumping dari sekarang sih ngga apa-apa 😊 Perlengkapan pumping yg waktu itu aku beli pumpingannya (merk Medela tipe Swing), botol-botol kaca untuk tempat ASIP, botol susu Une, sabun khusus botol bayi, sama sterilizer (tapi disiram air panas aja sudah cukup sih sebenarnya). Kulkas aku ngga beli, dan untung banget ngga sempat beli karena ternyata ASI-ku ngga bisa dipumping 😅

  • Untuk yang kehamilan sekarang ini, aku beli:

    – Bedding set (selimut, bantal, dan guling bayi), instant swaddle, dan apron: @dreamsyard

    – Legging & pre-walker: @vitanovprs_id

    – Beberapa jumper, slabber, dan kaos kaki: @hollybabyshop

    Sudah sih itu aja kalo yg online hehehe.. Semuanya ada di IG ya 😉

  • Ibu nindaaaa, post terakhir ibu ninda baru aku baca hari ini. Seneng setiap baca tulisan ibu ninda. Tiap baca tulisan ibu ninda jadi pengen cepet cepet nikah tapi akunya masih kuliah😂😂😂 sehat sehat buat bu ninda, ayah dodo, une dan debay. Semoga diberi kesehatan terus dan dilancarkan besok pas persalinan😙 aamiin yaa Rabb:3

  • Yeyy ga perlu susah payah buat cri list yg real.. (xixiiixi) tQ ya bu nin😙 Alhamdulillah aq skg jalan 28weeks.. sering baca postingan bu nin betul2 bs ksih inspirasi ke aku.. wlpn br ini brani leavecomment 😝 Sehat terus y bu nin😘 Salam buat une💋

    • Halo, terimakasih banyaaak! Seneng banget kalau ternyata tulisanku bisa membantu kamu hihi.. Sehat-sehat ya untuk kamu n babymu. Kiss kiss dari kamiii! 😀

  • Halo Ibu Ninda! Aku setuju bgt yang part “Bukan apa-apa, karena biasanya yang bermerk malah membuat kulit bayi menjadi sensitif dan membuat bayi tidak bisa pakai merk-merk biasa…” karena aku mengalami hal itu ke diri aku sendiri. Dari lahir ibu aku selalu pakein kosmetik bayi khusus kulit sensitif, dan aku pun sekarang kulitnya jadi sensitif. Tfs ya Bu Ninda 😊

  • Super lengkap dan jelas kegunaannya buat apa.. Beruntung bgt nemu postingan mba Ninda, kebantu bangetttt buat new mommy kaya aku hehe. Thank you for sharing ya mba 😊😊😍

  • COMMENTS (13)

    1. Devi Fitrisani 27th November 2017 at 10:00 am -

      Super lengkap dan jelas kegunaannya buat apa.. Beruntung bgt nemu postingan mba Ninda, kebantu bangetttt buat new mommy kaya aku hehe. Thank you for sharing ya mba 😊😊😍

      Reply
    2. Re 01st June 2017 at 9:33 pm -

      Halo Ibu Ninda! Aku setuju bgt yang part “Bukan apa-apa, karena biasanya yang bermerk malah membuat kulit bayi menjadi sensitif dan membuat bayi tidak bisa pakai merk-merk biasa…” karena aku mengalami hal itu ke diri aku sendiri. Dari lahir ibu aku selalu pakein kosmetik bayi khusus kulit sensitif, dan aku pun sekarang kulitnya jadi sensitif. Tfs ya Bu Ninda 😊

      Reply
      • The-A-Family 04th June 2017 at 1:30 pm

        Hihihi sama-sama yaaa! 😀

        Reply
    3. Ika saras 20th May 2017 at 11:05 pm -

      Yeyy ga perlu susah payah buat cri list yg real.. (xixiiixi) tQ ya bu nin😙 Alhamdulillah aq skg jalan 28weeks.. sering baca postingan bu nin betul2 bs ksih inspirasi ke aku.. wlpn br ini brani leavecomment 😝 Sehat terus y bu nin😘 Salam buat une💋

      Reply
      • The-A-Family 04th June 2017 at 1:33 pm

        Halo, terimakasih banyaaak! Seneng banget kalau ternyata tulisanku bisa membantu kamu hihi.. Sehat-sehat ya untuk kamu n babymu. Kiss kiss dari kamiii! 😀

        Reply
    4. Nadia Dunnya Jadita 18th May 2017 at 2:44 pm -

      Ibu nindaaaa, post terakhir ibu ninda baru aku baca hari ini. Seneng setiap baca tulisan ibu ninda. Tiap baca tulisan ibu ninda jadi pengen cepet cepet nikah tapi akunya masih kuliah😂😂😂 sehat sehat buat bu ninda, ayah dodo, une dan debay. Semoga diberi kesehatan terus dan dilancarkan besok pas persalinan😙 aamiin yaa Rabb:3

      Reply
    5. The-A-Family 18th May 2017 at 1:29 pm -

      Untuk yang kehamilan sekarang ini, aku beli:

      – Bedding set (selimut, bantal, dan guling bayi), instant swaddle, dan apron: @dreamsyard

      – Legging & pre-walker: @vitanovprs_id

      – Beberapa jumper, slabber, dan kaos kaki: @hollybabyshop

      Sudah sih itu aja kalo yg online hehehe.. Semuanya ada di IG ya 😉

      Reply
    6. The-A-Family 18th May 2017 at 1:24 pm -

      Waalaikumsalam Tiwi! Menurutku, pumping itu sebenarnya dibutuhkan kalau kamu lagi harus pergi dan bayi ngga bisa ikut, atau misalnya kamu lagi sakit dan ngga bisa menyusui langsung, atau payudara kamu tetap terasa penuh padahal sudah menyusui, dst. Jadi kalau ditanya pumping itu perlu atau ngga, ya perlu juga. Tapi menurutku beli-beli alat pumping bisa menyusul kok, baca-baca review alat pumping dari sekarang sih ngga apa-apa 😊 Perlengkapan pumping yg waktu itu aku beli pumpingannya (merk Medela tipe Swing), botol-botol kaca untuk tempat ASIP, botol susu Une, sabun khusus botol bayi, sama sterilizer (tapi disiram air panas aja sudah cukup sih sebenarnya). Kulkas aku ngga beli, dan untung banget ngga sempat beli karena ternyata ASI-ku ngga bisa dipumping 😅

      Reply
    7. The-A-Family 18th May 2017 at 1:11 pm -

      Hai Tita! Iya, basahnya sampai ke alas-alasnya. Aku dulu rutin ngecekinnya sih, jadi aman. Tapi memang iya, mulai ngga aman tuh pas Une umur > 6 bulan. Pernah pas lagi makan eh dia pipis aja dong 😅 Akhirnya mulai saat itu siang pun aku pakaikan diaper (biar ngga ganggu kegiatannya dia aja sih). Nah mulai umur 18 bulan balik lagi tuh ke awal, pake celana pop lagi kalau siang (kecuali pas bobo siang ya) dan sdh rutin aku bawa ke kamar mandi tiap 1 jam sekali awalnya lalu kemudian bertahap jadi 1,5 jam dst. Intinya mau membiasakan Une kalau mau pipis harus bilang dan harus di kamar mandi. Mulai umur 2th, akhirnya bobo siang bisa lepas diaper wlpn awal-awalnya sempat ngompol 😂 Terus bertahap sampai akhirnya tidur malam pun bisa lepas diaper tanpa ngompol. Gituuu.. Nanti deh kapan-kapan aku share toilet trainingnya Une ya! 😊 Btw, ayo tambah bayi lagiiiii hihihi ❤️

      Reply
    8. Anggy 18th May 2017 at 11:41 am -

      Bu nin, karena aku blm pernah punya baby (yaiyalah secara blm nikah) jd masih belum kebayang beberapa barang yg bu nin sebutin ky apa wujudnya (ntar googling kook). Tp wlpn begitu aku selalu baca postingan bu nin dan aku suka 🙂

      Reply
      • The-A-Family 18th May 2017 at 1:30 pm

        Anggy! Terimakasih banyak yaaah 😊❤️

        Reply
    9. Prima 16th May 2017 at 2:30 pm -

      bu ninda, kalo boleh tau Carrier atau gendongan merek apa ya?

      makasiiii 🙂

      Reply
      • The-A-Family 18th May 2017 at 1:13 pm

        Hai Prima! Kalau punya Une dulu merk Mothercare. Nah untuk yg sekarang aku belum beli, masih dalam tahap baca-baca review orang nih. Tapi kemungkinan akan beli GEOS (gendongan kaos) dulu sih 😊

        Reply

    Leave a Reply