IMG_2786

Wonderful Journey: My 1st Pregnancy

Halo! Banyak sekali ternyata yang DM aku melalui Instagram dan minta diceritakan tentang kehamilan dan persalinan Une dulu. So, post yang ketiga ini akan berisi pengalaman hamil dan persalinan Une yaa.. Oh ya, foto-foto yang aku share di post ini hanya sebagian yang ada di iPad saja ya, sebagian lain ada di dalam laptop-ku yang sudah tua dan nggak bisa nyala. Hiks. (pssst… yang penasaran tentang cerita Ayah Dodo, nanti kapan yaaa aku share kalo ada special event, hahaha… agak malu-malu gimana gitu, I think I’m too old for this 😛 )

CAUTIONthis is a very berry long post. sit back, relax, eat snack, and read.

 

Trimester Pertama

Apa yang aku rasakan selama trimester pertama hamil Une? Nothing! Cause I don’t even know I’m pregnant. Wah, kok bisa? Memangnya nggak periksa? Memangnya nggak ada rasa apa-apa? Dan masih banyak kalimat tanya berawal ‘memangnya’ yang lain.

Here, I share. Dulu waktu masih gadis, haidku memang agak lucu siklusnya. Kalau aku lagi banyak pikiran atau lagi banyak kegiatan, aku bisa haid selama 2 bulan berturut-turut tidak berhenti dan bahkan pernah juga tidak haid sama sekali selama 2 bulan lebih. Agak aneh ‘kan ya? Dan kebetulan, memang di dua tahun terakhir sebelum aku menikah, siklusku lagi sering berubah begitu. Bahkan sebulan sebelum nikah pun aku haid 2 kali dalam satu bulan! OMG.

So that’s why, ketika aku telat haid paska menikah, itu bukan jadi hal yang aneh bagiku. Yang waktu itu aku pikirkan, ya memang lagi telat aja karena siklusnya berubah lagi. Satu yang aku ingat, badanku jadi mudah capek. Waktu itu aku memang lagi banyak sekali kegiatan, jadi aku kira badanku yang mudah capek itu efek dari banyak kegiatan. Selain itu, pola makan dan pola tidur aku memang lagi kacau — namanya juga anak muda 21 tahun hahahaha — jadi ya sudah benar-benar nggak ada pikiran dan feeling kalau memang lagi hamil.

Oh ya, waktu itu aku sempat flek sekali. Aku kira memang mau haid, jadi ya tetap berkegiatan seperti biasa. Ternyata belakangan aku malah blackout, untung nggak sampai pingsan. Akhirnya waktu itu aku memutuskan buat bedrest saja di rumah seharian. Karena memang biasanya aku kalau haid itu banyak sekali dramanya; mulai dari keram perut, pusing, mual dan muntah, sampai nggak bisa bangun dari tempat tidur. Setelah bedrest seharian, alhamdulillah flek-nya berhenti. Aku sempat bingung waktu itu, ‘ini sebenarnya akan haid atau nggak sih?‘ Tapi, ya sudahlah as long as tetap bisa berkegiatan seperti biasa, aku pikir nggak masalah mau telat haid juga.

 

Trimester Kedua

Pada tanggal 19 Desember, mulai deh ada rasa-rasa aneh di perutku. Aku merasakan ada ‘sesuatu’ di perut bagian kanan bawah. Aku sempat takut dan berpikir tentang berbagai macam penyakit. Nah, di situlah aku sadar sudah sekitar 4 bulan aku nggak haid. Setelat-telatnya dan seaneh-anehnya siklus haidku, nggak pernah juga sih sampai nggak haid selama 4 bulan. I smelled something serious happened inside me.

Akhirnya, setelah ngobrol hal ini sama suami, kamipun memutuskan untuk datang ke dokter kandungan (obgyn) di dekat rumah, yaitu dr. Ita Herawati, SpOG. Aku masih ingat betul percakapan sama obgyn malam itu.

Obgyn: iya ibu, ada keluhan apa?

Aku: ini dok… *cerita panjang lebar* …dan sekarang saya ngerasa ada sesuatu di sini dok *nunjuk perut bagian kanan bawah*

Obgyn: coba kita periksa ya.. bismillahirrahmanirrahim.

Aku dan Dodo: *celingukan lihat layar USG* *nggak ngerti itu gambar apa yang ada di layar*

Obgyn: ibu-bapak, alhamdulillah itu yang buat ibu ngerasa sakit karena ada kepala bayi

Aku dan Dodo: HAH KEPALA BAYI?!

Obgyn: iya ibu, persis di tempat yang tadi ibu tunjuk itu kepala bayinya

Aku: jadi… ada bayi di perut saya dok? *masih nggak percaya* *udah mulai mewek*

Obgyn: iya ibu.. nih kita dengar ya sudah ada detak jantungnya..

Aku: *tambah mellow* *makin nangis*

Dodo: lho dok, memangnya sudah berapa bulan? kok sudah ada detak jantungnya?

Obgyn: sebentar ya pak… ini sudah jalan 13 minggu, pak.

Aku dan Dodo: HAH?!

Aslilah, adegannya mirip kayak di film-film. Super duper kaget. Pulang dari dokter Ita, aku langsung bikin list hal apa saja yang mau aku lakukan untuk bayi ini. Apalagi mengingat trimester pertama sudah lewat begitu saja tanpa aku maksimalkan. Di situ aku benar-benar merasa bersalah, kenapa sih nggak dari awal saja aku periksa ke obgyn supaya bisa kasih treatment terbaik ke bayiku. Aku sempat tanya juga ke dokter Ita tentang perkembangan si bayi, alhamdulillah katanya sehat dan perkembangannya sesuai dengan usia kehamilan. Alhamdulillah juga bayiku super kuat! Due-date kehamilan ini adalah tanggal 13 Juni 2012, masih ada sekitar 6 bulan ke depan sampai waktu due-date. Jadi, mulai malam itu, aku tekad untuk kasih yang terbaik buat bayiku.

Setelah tahu aku hamil, aku mulai browsing obgyn-obgyn yang pro persalinan normal. Kenapa aku nggak sama dokter Ita lagi? Karena kebetulan dokter Ita hanya praktek di rumah, jadi susah juga kalau mau melahirkan. Dokter Ita aku jadikan tempat mengaduku ketika ada sesuatu yang urgent, hehehe.. Akhirnya setelah puas mencari, pilihanku jatuh ke dr. Yusfa Rasyid, SpOG. Beliau kebetulan praktek di rumahsakit tempatku dilahirkan dulu, RSIA YPK Mandiri (YPK). Yang bikin aku suka, dokter ini sangat pro normal, informatif buat ibu-ibu clueless macam diriku, sangat santai dan nggak banyak larang ini-itu (jadi nggak bikin aku panik), mudah dihubungi via whatsapp, dan yang paling penting adalah beliau praktek setiap hari! Jadi in case *amit-amit* ada apa-apa, bisa langsung cus ke RS tanpa kebingungan. So, start from weeks 13th sampai melahirkan aku setia sama dokter Yusfa! 😀

Berbeda dengan trimester pertama yang semuanya serba so smooth, di trimester kedua ini aku mulai mengalami drama-drama kehamilan. Hahahaha finally! Mulai dari muntah setiap kali mau pergi ke luar rumah (nggak jelas banget ‘kan?), tiba-tiba pusing+mulas sakit perut kalau masuk mall, sama sekali nggak bisa dengar lagu yang up-beat karena tiba-tiba langsung merasa ketakutan dan deg-degan, nafsu makan berlebih dan jadi suka ngemil padahal dulu nggak suka sama sekali, dan masih banyak drama-drama lainnya yang harus dimaklumi. Aku bahkan sempat mikir, ‘ini pasti gue jadi drama gini karena udah tau kalau lagi hamil deh! kemarin perasaan pas nggak tau baik-baik aja!‘ mulai deh berpikir apakah ini hanya sugesti semata, hahahaha. Tapi aku yakin sih, pasti ada faktor hormonalnya juga. Apa-apa yang dirasakan si jabang bayi akhirnya berpengaruh padaku, dan muncullah drama-drama unyu itu. Cuma yang bikin aku super happy adalah: aku nggak ngidam! OH YEAH! Hahahaha.. Maksudnya, ‘kan ada ya orang yang harus makan makanan tertentu pada saat itu juga, nah alhamdulillah aku ngga begitu. Kalau kepikiran mau makan apa, ya kepikiran. Tapi kalau nggak ada atau susah didapat, ya sudah makan yang lain saja. Walaupun akhirnya tetap sama saja sih, sama-sama jadi gendut juga. Hahahaha…

Oh ya, di trimester kedua ini aku sempat ikut kelas hypnobirth di YPK. Dari kelas ini, aku dan suami belajar banyak — oh ya, kelasnya wajib datang berdua dengan suami. Seingatku, waktu itu aku belajar merileksasikan tubuhku, menenangkan diriku, mempersuasikan kepada diriku kalau melahirkan adalah sesuatu yang menyenangkan, damai, dan penuh cinta… hingga belajar untuk berkomunikasi dengan bayiku. Aku belajar untuk yakin pada kemampuanku sendiri bahwa aku pasti bisa melalui ini, dan yakin pada bayiku juga bahwa ia akan membantuku saat proses melahirkan nanti. Setelah ikut kelas tersebut (seingatku sekitar 2-3 kali pertemuan), aku sudah bisa mempraktekkan sendiri di rumah. Jadilah, setiap hari sesuai sholat pasti aku praktekkan. Aku paling suka bagian berkomunikasi dengan bayiku. I talked to him a lot — about me, his daddy, and my wishes for him. I talked to him about the movie I watched, the celebrity gossips I’ve just knew, the life I’ve spent lately. I sang lullabies to him. I read him Al-Qur’an everyday. I just wanted be there and gave everything the best I could. I never knew that love could be this huge, ’till I met him. 

*dan tetiba nangis setelah nulis ini*

 

IMG_8262
Une usia 4 bulan di rahim ibu 🙂

 

Trimester Ketiga

Drama-drama yang muncul di trimester kedua kemarin, ternyata masih awet di trimester ini (dan akhirnya bertahan sampai aku melahirkan). Aku yang semakin menggendut, mulai mengalami drama baru: kaki bengkak. Duh… Kalau berdiri nggak bisa lama-lama, kemana-mana harus pakai sandal yang nyaman, dan kalau pulang dari pergi-pergian harus banget kakiku direndam di air hangat.

Karena sudah masuk trimester ketiga, jadi bolehlah beli-beli perlengkapan untuk bayiku. Oh ya, seminggu sebelum beli-beli (bahkan sejak sekitar bulan ke empat kehamilan), dokter Yusfa (as my obgyn) selalu bilang kalau aku mengandung bayi perempuan. Okelah, aku mulai beli beberapa baju berwarna pink. Sampai akhirnya suatu hari, aku dan suami berencana buat beli-beli perlengkapan lagi (kali ini mau ngeborong semua supaya nggak bolak-balik toko bayi), tapi sebelum beli-beli kami sempatkan kontrol kehamilan dulu (karena memang hari itu jadwalnya kontrol). Tiba-tiba… Tidak ada angin, tidak ada hujan, dokter Yusfa berkata, “Wah jagoan nih.. Anak laki.” JENG-JENG-JENG! Refleks aku langsung jawab, “Jangan bercanda, Dok. Dari kemarin katanya perempuan terus. Kok sekarang bisa jadi laki-laki? Saya udah beli baju warna pink, Dok!” Galak banget, aku langsung nyerocos. Karena yang waktu itu ada di pikiranku, ‘gimana ini baju-baju pink-nya siapa yang bakal pakai? hah!!!‘ ala emak-emak nggak mau rugi, hahaha.. Akhirnya, dokter Yusfa meyakinkan aku dan suami kalau memang bayiku laki-laki. Laki-laki tulen yang punya ‘monas’. *ciyeilah*

Karena tetap masih penasaran dan bingung sebenarnya laki-laki atau perempuan, akhirnya kami memutuskan untuk cari obgyn lain sebagai second opinion. Waktu itu karena sudah hampir 8 bulan masa kehamilan, akhirnya kami coba cari obgyn spesialis USG 4D yang bisa langsung diperiksa saat datang (sebenarnya di YPK ada tapi harus antri minimal sebulan sebelumnya). Setelah cari-cari, akhirnya dapat dan kamipun langsung menuju ke dr. Bob Ichsan Masri, SpOG. Tempat praktek beliau ada di daerah Harmoni, Jakarta Pusat. Seingatku, tempatnya jauh banget dari kesan mewah, tapi selama dokternya profesional dan pemeriksaannya akurat, nggak masalah buatku dan suami. Seingatku lagi, dokter Bob ini orangnya agak nyentrik dan kalau ngobrol to-the-point terus, hahaha. Pemeriksaan yang dilakukan beliau juga detail dan kami di dalam ruangannya juga cukup lama sekitar 30-45 menit. Pokoknya setelah pemeriksaan oleh dokter Bob, beliau yakin kalau bayiku memang laki-laki. Yup, sekarang kami sudah tidak penasaran lagi! Untuk harga pemeriksaan USG 4D di dokter Bob, aku lupa berapa, tapi seingatku memang cukup murah jika dibandingkan di tempat lain, selain itu dengan harga segitu sudah termasuk CD foto-foto USG 4D bayi lagi. Kalau mau kesana, aku sarankan datang pagi ya karena waktu antrinya lumayan lama (waktu itu aku dan suami sampai di sana pukul 06:30 dan baru masuk ruangan pemeriksaan pukul 11:00).

Oh ya, di trimester tiga ini (tepatnya after 28th weeks), aku hobi banget senam hamil. Awalnya aku beberapa kali ikut kelas senam hamil di YPK, tapi lama-lama jadi hafal sendiri gerakannya. Setelah hafal dan cukup pede untuk mempraktekkan sendiri di rumah, akhirnya aku beli DVD senam hamil. Nah, since then, aku setiap minggu praktek senam hamil di kamar. Ketika sudah mendekati minggu-minggu due-date, aku senam setiap hari. Berbahaya nggak sih senam setiap hari? Ini berdasarkan pengalamanku saja ya, aku merasa nggak ada masalah sih, as long as aku yakin nggak ada gerakanku yang salah dan ketika sudah merasa capek aku langsung minum/istirahat. Intinya, ukur kemampuan diri sendiri dulu dan jangan terlalu memaksakan gerakan senamnya 🙂 Efek yang aku rasakan dari senam hamil ini banyak banget… Aku merasa lebih fit, lebih kuat, nafas jadi lebih panjang, dan setelah melahirkan badanku nggak terlalu remuk+capek.

 

Detik-detik Persalinan…

Kamis7 Juni 2012

Pagi itu, aku terbangun dan merasa ada rembesan cairan on my undies. It’s already week 39th tho, but I still feel nothing. Karena hari itu aku sudah janji ke Uma (ibuku) dan Suri (adikku), kalau mau ikut antar Suri daftar masuk SMA, jadilah aku bergegas mandi dan ‘melupakan’ rembesan cairan tadi. Setelah mengantar Suri daftar masuk SMA, kami bertiga makan siang di The Duck King, Grand Indonesia. Dan… Drama kumbara pun dimulai.

Begitu sampai di The Duck King, tiba-tiba perutku mulas seperti ingin BAB. Akhirnya aku bolak-balik entah berapa kali ke toilet. Sempat aku kira aku mau pingsan karena mulas banget, sempat juga aku 15 menit nggak keluar dari toilet. Terus tiba-tiba mulasnya hilang, dan aku bisa makan dengan tenang (karena memang sebenarnya aku laper banget… ya iyalah..). Sehabis makan, eh aku mulas lagi. OMG. Kemudian aku ingat kata-kata temanku beberapa hari sebelumnya, katanya — entah mitos atau bukan — kalau orang mau melahirkan biasanya memang akan bolak-balik BAB terlebih dahulu, jadi semacam proses ‘pembersihan’ tubuh sebelum akan dipakai bersalin. Uma bilang kalau habis makan lebih baik kita langsung ke YPK, dan dokter Yusfa pun mengatakan hal yang sama saat aku telepon. Lagi heboh-heboh begitu, tiba-tiba si Suri ngajakin photobox dong, hahahaha.. Katanya mau photobox sama aku sebelum aku melahirkan. Ya sudah habis photobox, kamipun cus ke YPK.

Luckily, YPK dan GI cuma berjarak sekitar 5-10 menit. Kami sampai di YPK sekitar pukul 16:00, aku langsung dibawa ke lantai 2 dan diperiksa ini-itu. Saat itu, aku baru pembukaan satu. Aku sempat tanya ke bidan yang periksa aku (bidan ini berhubungan dengan dokter Yusfa juga), apakah aku harus menginap atau boleh pulang dulu, dan jawabannya harus menginap! Sekitar Maghrib suamiku baru sampai di YPK. Setelah suamiku urus perihal kamar rawat inap, kamipun pindah ke kamar (kami pilih kamar kelas Anggrek). Sampai di kamar, aku makan malam dan nggak lama setelah itu diperiksa lagi oleh suster. Ternyata oh ternyata pembukaannya masih stuck di pembukaan satu. Rasanya? Ya nggak jauh bedalah, kinyis-kinyis kayak baru-baru PMS. Masih bisa ditahan, all is fine. Akhirnya setelah melakukan hypnobirth, aku memutuskan untuk tidur.

 

Jumat, 8 Juni 2012

Pukul 01:30 dini hari, aku terbangun. Lumayan sakit, lebih sakit daripada sebelumnya. Aku lihat di sebelahku suamiku tidur nyenyak banget *enak banget ya looooo..* Oh ya, malam itu aku minta Uma dan Suri untuk pulang saja. Karena toh aku pikir, kalau berdasarkan pengalaman teman-temanku proses melahirkan mungkin banget memakan waktu lumayan lama, jadi kalaupun aku melahirkan bisa jadi baru lahir nanti siang atau sore, so ya mereka pulang pun nggak masalah. Tapi ternyata, aku salah sodara-sodara… 😀

Pukul 02:30, rasanya makin spektakuler. Berarti sudah sekitar satu jam aku baca-baca doa dan praktek hypnobirth sendirian. Aku ingat kalimat yang sering banget aku ucapkan ke bayiku, berkali-kali sejak aku mulai belajar hypnobirth.

“Assalamualaikum, Adek. Ini Ibu. Dek, nanti kita bakal ketemu lho. Ibu bakal gendong Adek, peluk Adek, jagain Adek. Kalau nanti sudah saatnya kita ketemu, Adek mau bantuin Ibu, nggak? Adek cari jalan lahir ya, Adek dorong dari dalam, nanti Ibu juga dorong supaya Adek bisa cepat keluar. Ya sayang ya.. Bantu Ibu ya Dek, kita saling bantu ya sayang. Kalau Adek bantuin Ibu, kita akan semakin cepat ketemunya. Adek pingin kan cepat-cepat ketemu Ibu? Nanti ketemu Ayah juga, lho. Bismillah, kita saling bantu ya sayang. Ibu yakin Adek pasti bantuin Ibu.”

Aku ulang-ulang kalimat tersebut. Di sisi lain, aku mencoba untuk tetap tenang, damai, rileks… Walaupun rasa sakitnya wow banget, alhamdulillah masih ditahan. Suamiku yang unyu itu juga masih tidur pulas. Karena setiap aku bangunin dia jawab, “Sakit banget yang? Bentar lagi ya.. Bentar lagi..” terus dia tidur lagi. Hahahaha.. Ya sudahlah nggak apa-apa, capek kerja mungkin 😛

Pukul 03:30, aku sudah nggak tahan. HAHAHAHA, ternyata setiap hamba Allah punya batas kesabaran, boss! Aku bangunkan suamiku dan reaksinya: “Ya ampun.. Kok kamu nggak bangunin aku daritadi sih?” What? Ane nggak salah denger nih ente ngomong apaan? Selang beberapa menit, ada 2 suster yang datang dan aku mulai diperiksa lagi. Kata suster aku sudah pembukaan 4. Yang aku pikirkan, ‘oooh begini aja masih pembukaan 4 ya.. mayan dah..‘ tapi tetap berusaha positif, at least sesakit apapun aku nggak banyak mengeluh dan nggak menangis.

Pukul 04:30, suster masuk lagi ke kamar dan aku diperiksa lagi. Aku masih ingat betul apa yang dikatakan suster kemudian, “Ibu sekarang sudah pembukaan 5. Ibu langsung kami bawa ke kamar bersalin ya..” EH GIMANA? SEKARANG BANGET? Dan jawabanku, “Saya bakal melahirkan sekarang banget nih, Sus? Sekarang banget?” Still shock. Suamiku juga sama bingungnya. Bayangkan, ini pengalaman pertama kami dan di situ sama sekali nggak ada orangtua/saudara seorangpun. Aku langsung minta suami untuk menghubungi orangtua kami. Dan ya sudah, memang seperti sudah jalan-Nya, aku dan suamiku masuk ke kamar bersalin.

Pukul 05:00-06:05, kami sudah ada di ruang bersalin dan saat itu kami ditemani oleh sekitar 5 orang bidan (karena dokter Yusfa belum datang dan masih di jalan). Suamiku memegangi tanganku terus, ia terus menememani di sebelahku sepanjang proses persalinan. Aku terus-menerus berkomunikasi dengan bayiku. Kalimat yang aku share di atas itu ulang-ulang dalam hatiku. Aku ingat, aku nikmati dan aku ikuti setiap rasa sakitnya, sama sekali tidak aku lawan. Semakin lama semakin sakit, tapi aku yakin bayiku juga berjuang untukku, jadi aku nggak boleh menyerah. Aku ingat, ketika aku merasakan kesakitan yang paling tinggi, aku sempat minta maaf pada suamiku dan aku minta tolong sampaikan maafku kepada orangtuaku (waktu itu orangtuaku juga belum datang, mereka masih di jalan). All I see, it’s all blurry… Proses penambahan pembukaan ternyata berjalan lebih cepat dibandingkan dengan persalinan yang lain. Bidan-bidan yang menanganiku sampai bingung, hingga ada yang bilang, “Ibu, ini beneran persalinan pertama ‘kan? Hebat sekali Ibu, bisa secepat ini prosesnya. Biasanya harus berjam-jam dulu menunggu setiap pembukaan. Ibu, bayinya mendorong dari dalam. Kelihatan kepalanya mencari jalan lahirnya.”

Ya Allah… Nyesss.. Rasanya terharu banget. ‘Hal yang selama ini aku harapkan dilakukan oleh bayiku benar-benar ia lakukan. Bayiku mendengar apa yang aku minta. Bayiku mengerti ucapanku. Ya Allah… Bayiku anak baik, penurut, mudahkanlah kelahirannya, ya Allah..‘ Alhamdulillah, tepat pada pukul 06:05, bayi pertamaku lahir. Dengan berat 3,205 kg, panjang 49 cm, melalui persalinan normal. Arkhairan Razaki Akbar, namanya.

IMG_8263
+1 hour after birth

 

IMG_8260
+12 hours after birth

Sesaat setelah Une lahir, tiba-tiba pak dokter baru datang, huff kayak di sinetron saja. Tapi alhamdulillah, proses persalinan yang lainnya sudah langsung ditangani oleh dokter Yusfa. Ternyata benar lho apa kata orang-orang, setelah bayi lahir itu rasa sakit spektakuler tadi langsung blaaas hilang! Setelah dilahirkan, Une ditaruh di dadaku untuk proses IMD (inisiasi menyusu dini) sambil diadzani dan dibacakan syahadat oleh suamiku. Kami berpelukan bertiga, sambil melihat-lihat wajah Une lebih mirip ke aku atau suamiku. Alhamdulillah, I’m beyond happy.

Hari itu, banyak keluarga dan teman kami yang datang mengunjungi baby Une. Semuanya rata-rata bingung ketika aku cerita tentang persalinanku, mereka heran kok aku yang (katanya) berbadan kecil berani dan bisa cepat proses persalinannya. Malamnya, setelah sudah nggak ada tamu lagi dan Une pun sudah dipindah ke ruangan bayi (dengan alasan supaya aku dan suami bisa beristirahat setelah melalui hari yang luar biasa panjaaang), aku dan suamiku akhirnya punya waktu untuk ngobrol dan quality time. Aku masih ingat, kami sama-sama menangis terharu telah melewati hari ini. Aku sempat bingung kok suamiku bisa terharu juga, hehehe.. Karena kan selama ini suamiku termasuk tipe penyayang yang cuek. Suamiku bilang ia nggak menyangka bahwa proses persalinan akan seperti itu, apalagi tadi kami cuma berdua. Kami sama-sama bahagia ternyata kami sudah ada di tahap baru, tidak lagi hanya sebatas sebagai pasangan, namun sebagai orangtua 🙂

IMG_8261
Our first family portrait! *ya ampun masih unyu banget kita*

 

IMG_8264
+1 month after birth – sudah mulai jelas mukanya!

 


Yap, inilah kisah kehamilan dan persalinan pertamaku. Aku ikhlas naik 16,5 kg karena akhirnya bisa ketemu kesayanganku. Now, my baby is 4,5 years old and is waiting for his baby sibling. No matter what, he’s still my baby and always be my baby. My little tiny bestfriend 😀

Oh ya, selama kehamilan ini, ketika berkomunikasi dengan Une, aku selalu minta ia lahir di hari Jumat. I don’t know why, walaupun aku tahu setiap hari pasti hari baik, tapi kepingin banget Une lahir di hari Jumat tanggal 8 Juni 2012 itu. Aku selalu mengulang-ulang keinginanku, dan alhamdulillah bisa pas Une lahir pada tanggal itu.

Setelah aku ingat-ingat lagi, berarti setiap kehamilanku memang ada unsur surprise-nya ya. Cerita Une yang tiba-tiba ada di perutku dan cerita calon adik Une yang juga tiba-tiba ada, bisa mirip-mirip begitu… Hihihi.. Aku jadi senyum-senyum sendiri. Nggak dapat surprise dari pak suami nggak apa-apa deh, dapat surprise-nya dari anak-anak saja 🙂

Semoga pengalaman kehamilan dan persalinanku ini bermanfaat bagi kalian yang membaca ya. Thank you so much for reading this very berry long post! Bagi yang mau berbagi pengalamannya atau ingin sekedar bertanya, boleh sekali leave a reply di bawah ini. Doakan aku dan bayi di dalam kandunganku ini kelak melalui proses yang lancar seperti kehamilan dan persalinan pertamaku ya!

Always Love,

Aninda — The-A-Family

30,608 total views, 15 views today

The-A-Family

A family that starts with an A.

30,609 total views, 16 views today

Other posts

  • Bu nin, bacanya bikin aku netesin air mata, apalagi pas bagian doa doa dan kalimat kalimat yang bu nin samapaikam terus sama une waktu dia masih di dalam perut. Semoga une selalu bisa jadi anak yang sholeh yaa, anak yang selalu membanggakan orang tua dan membahagiakan orang orang disekitarnya 😊 Aamiin. Sehat sehat terus ya bu nin, semoga kehamilan kedua ini bisa lancar terus sampai adeknya une lahir nanti 😊 Salam sayang ya buat Une ❤️😘

  • Bu Ninn so touching buuu. Terharu banget pas part bunin ngobrol sama une pas une masih diperut sampe nangis bacanya. Semoga kehamilan kedua berjalan lancar yaa buniin. Sehat selalu The-A-Family ❤❤ Salam kiss buat unee 😘

  • OMGGG bu Ninda!!! Unyu bgt ceritanya.. btw salam kenal ya, aku suka stalking ig Une dan bu Ninda. Aku juga suka baca2 blog bu Ninda. Ditunggu cerita selanjutnya ya:-)

    • Ah thank you sudah sering nongkrong di the-a-family.com! Keep reading our stories ya, dan jangan lupa subscribe! 😀

  • Assalamualaikum Ibu Ninda. Selamat ya bu atas kehamilan anak keduanya semoga lancar dan sehat selalu. Aamiin.
    Alhamdulillah aku jg lagi hamil anak pertama, masih 3 bln. Ibu Ninda aku mau tanya dong, waktu hamil Une dan hamil anak kedua ini untuk kosmetik seperti handbody, deodoran, bedak, dll ibu Ninda pake nya apa? Aku baca dari beberapa sumber katanya pemakaian kosmetik suka berbahaya untuk ibu hamil. Makanya aku bingung masih awam bgt hehehe.
    Mudah2an Ibu Ninda mau sharing ya… Mohon dibalas jik berkenan.
    Salam dari aku untuk Une dan Keluarga. Sehat dan Bahagia selalu ya Ibu Ninda 😊 Terima Kasih

    • Waalaikumsalam Tiwi! Waktu itu aku pernah tanya sama dokter kandunganku, katanya asalkan nggak ada zat pemutihnya sih aman (pemutih, pelangsing, peninggi kali yaaa hahaha). Kalo aku biasanya selama ini (dari sblm hamil) memang pakai produk yang ‘aman’, spt produknya Kiehl’s atau The Body Shop, untuk perawatan tubuh sehari-hari. Kalo selama hamil (dari zaman Une juga), aku selalu pakai productnya Mothercare. I recommend you Stretch Mark Cream and Leg & Foot Spray merk Mothercare, enak banget wanginyaaa dan pastinya very useful! 🙂

  • Hi Kak Ninda. Buat aku baca cerita kak ninda ini bikin aku makin sayang sm Ibuku, jd tau gmn perjuangan melahirkan & kasih sayang Ibu sm anaknya. Makasih banyak ya kak.
    Aku followers Abang Une & Kak Ninda di IG, sehat sehat ya Kak Ninda & baby A yg lg di perut. Smg Allah selalu melindungi keluarga Kak Ninda. Amin

    • Ah, how sweet you are.. Salam buat ibumu ya sayang. Doa baik kembali kepada kamu dan keluarga ya 🙂

  • Sukaaa😍 suka banget mantengin ig & blog-nya bu ninda sama unee 😳
    Semoga dilancarkan ya bu nin. Sehat terus, selalu jadi inspirasi aku sampai aku nanti nikah & punya anak juga hehee
    Salam buat abang une 💕

    • Aamiin ya Allah, terimakasih sayang! Anyway, jangan lupa subscribe the-a-family.com ya supaya nggak ketinggalan cerita terbaru kami. Keep reading! 😀

  • Sangat terharu bacanyaa. Semoga dikehamilan kedua Bu Ninda dan Bayinya sehat selalu yaa ❤. Lancar sampe kelahirannya nanti. Ku tunggu ya Bu Ninda cerita ttg Ayah Dodonya hihi. Salam untuk Une yg makin ganteng 😚

  • ahhh terharu banget buninda kaya ikit kebawa suasana gituu 😂😂 ternyata une udah unyu dari lahir yaaa hhehe ,, semoga nanti adenya une lebih gampang ya bu nindaaa

    • Eyymmm udah unyu dari bayi dia, hihihi.. Aamiin ya Allah, semoga yang ini lancar kayak jalan tol pas orang-orang lagi pada mudik yaaa 😀

  • Ibuuu, saya hamil muda dan baru tau pas bulan kedua. Baca blog ini bikin sukses netesin air mata haru dan sedih krn suami ldr jd ga bisa ambil kelas hypno bareng 😂😭 tp ikut seneeeng semoga kelak anakku jg sepinter une ya lahirnya 🙏🏻🙏🏻

    • Aamiin, semangat untuk kamu juga ya! Semoga lancaaar lahirannya, sehat-sehat kamu dan babynya 😀 Kalo mau nyontek kalimat hypno aku ke Une juga boleh banget kok, bisa kamu praktekin kalo lagi bareng sama suami di rumah 🙂

  • Bu Nindaaaa, aku sukak banget bacanyaaaa, dari yang tadinya penasaran, senyam senyum baca kata-kata yang lucu, sampe merinding sendiri setelah aku selesai baca ceritanya. ternyata bu ninda udah nerapin selfhypnosis yang luar biasa hebat nya ih, aku seneng banget kalo ada ibu yang sangat peduli sama kehamilan dan mau memberikan yang terbaik untuk bayinya. tidak pernah ada kata terlambat untuk memberikan yang terbaik ya bunin, dan akhirnya apa yang selama kehamilan bu ninda harapkan dengan komunikasi ke janin didengar dengan baik sama baby une dan baby une pun membantu bu ninda untuk melewati semua proses nya sampai akhirnya bisa ketemu une didunia :). ak makin gak sabar pengen ketemu sama bu ninda dan juga une secara langsung hehe. ternyata ci unyee anak hypnobirthing jugaaa HEBAAAAT. 😉

    • Hai Destry! Iyaaa, ternyata bayi tuh pintar yaaa bisa ngerti apa yang diminta ibunya 🙂 Doain ya persalinan aku yang ini selancar pas persalinan Une dulu. Adiknya Une ini juga aku coba kasih hypnosis-hypnosis juga nih, hihihi 😀

  • Waalaikumsalam Mba Tita, salam kenal yaaa.. Ya ampun, aku dan suamiku pas baca ceritamu langsung nganga selebar-lebarnya. 4 hari diinduksi 8 botol lalu sudah pembukaan 10 tapi nggak jadi melahirkan… Gila sih.. Kita salut banget, Mba! Mba sama sekali bukan produk gagal! *pamer otot* Tapi aku kebayang sih gayanya dokter Bob pas ngomong gitu gimana.. -_- Terus akhirnya sekarang kehamilan yang ini tetep sama dokter Bob atau pindah dokter, Mba? Itu Mba 4 hari diinduksi berarti di kliniknya beliau yg di Harmoni itu dong? Waduh.. Kebayang ya “nyamannya” 😀 😀 😀 Sehat-sehat ya Mbaaa.. Aku tunggu loh balesanmu 😉

  • Bu nindaaa terharu bgt bacanya, meskipun aku masih SMA gatau kenapa suka baca2 kisah gini, kangen sm ibu jadinya:(( semoga une mjd anak shalih,hafidz,bermanfaat bagi islam&negara ya bu nin, semoga calon adik une jga mjd anak yg shalihah&hafidzah, semangaaatt bu niiinnn 😘😘 #jadipengennikahmuda 😄

  • Bu ninda, jujur saya baca tulisan ini dengan berlinang air mata, terharu, bahagia, dan takjub dengan cerita kehamilan bu ninda. Saya yang hanya membaca bisa ikut hanyut dalam cerita bu ninda apalagi bu ninda yang mengalami sendiri bagaimana prosesnya. Alhamdulillah une bisa tumbuh sepintar ini karna memang bu ninda dan suami selalu melakukan yang terbaik untuk une selama dari didalam kandungan.

    Sehat selalu bu ninda dan baby nya. Semoga lancar sampai persalinan nanti, ❤️❤️

  • Bu ninda,, saya suka semangat bu ninda yang begitu lulus langsung menempuh S2..
    sebelumnya perkenalkan dulu nama saya Putri, umur saya 25th dan saya juga lulusan Psikologi terutama dalam dunia anak-anak, tapi begitu lulus saya langsung bekerja sbg HRD di salah satu RS di Kota Malang (gak nyambung), sebenarnya saya ada keinginan untuk melanjutkan study saya di bidang perkembangan anak tapi berhubung suami saya juga sedang menempuh S2 jadi kami memutuskan untuk suami menyelesaikan study terlebih dahulu kemudian baru saya yang melanjutkan S2.
    Mungkin bu ninda bisa sharing sharing tentng perkuliahanya di S2 waktu itu. Sebagai gambaran untuk saya.

    Karna jujur, bagi saya bu ninda hebat sekali dalam menerapkan edukasi yang baik dan sesuai dengan perkembangan anak seusianya, bagaimana cara yang efektik dalam bemberikan edukasi ke anak, disitu saya merasa bu ninda patut diacungi jempol dalam mendidik une.
    Menginspirasi saya ketika saya sudah punya anak nanti saya ingin meng-edukasi anak saya seperti apa yang saya pelajari selama ini, saya tau selama ini dan seperti yang bu ninda lakukan.

    Terimakasih banyak bu..

    • Hai Putri, punten baru balas ya. Sudah aku upload ya cerita tentang S2-ku. Sebenarnya aku sendiri pun masih perlu belajar banyak hehehe.. Terimakasih ya! 😀

  • BuNinda, aku ga nyesel udah stalking ig ibu sama une. Ditambah blog ini buat terharu banget asli, aku suka banget bagian ini❤❤❤. Makasih ilmu yang udah ibu share, sangat bermanfaat dan memotivasi ibuuuuu. Tetap menginspirasi dan ditunggu next post nya yah. Sehat² terus bu debay sama abang une nya.

  • COMMENTS (31)

    1. Jen 05th April 2017 at 10:17 pm -

      BuNinda, aku ga nyesel udah stalking ig ibu sama une. Ditambah blog ini buat terharu banget asli, aku suka banget bagian ini❤❤❤. Makasih ilmu yang udah ibu share, sangat bermanfaat dan memotivasi ibuuuuu. Tetap menginspirasi dan ditunggu next post nya yah. Sehat² terus bu debay sama abang une nya.

      Reply
      • The-A-Family 03rd May 2017 at 9:52 pm

        Terimakasih Jen yang baik hati! 😀

        Reply
    2. Putri Yulianti Rahayu 25th March 2017 at 9:34 am -

      Bu ninda,, saya suka semangat bu ninda yang begitu lulus langsung menempuh S2..
      sebelumnya perkenalkan dulu nama saya Putri, umur saya 25th dan saya juga lulusan Psikologi terutama dalam dunia anak-anak, tapi begitu lulus saya langsung bekerja sbg HRD di salah satu RS di Kota Malang (gak nyambung), sebenarnya saya ada keinginan untuk melanjutkan study saya di bidang perkembangan anak tapi berhubung suami saya juga sedang menempuh S2 jadi kami memutuskan untuk suami menyelesaikan study terlebih dahulu kemudian baru saya yang melanjutkan S2.
      Mungkin bu ninda bisa sharing sharing tentng perkuliahanya di S2 waktu itu. Sebagai gambaran untuk saya.

      Karna jujur, bagi saya bu ninda hebat sekali dalam menerapkan edukasi yang baik dan sesuai dengan perkembangan anak seusianya, bagaimana cara yang efektik dalam bemberikan edukasi ke anak, disitu saya merasa bu ninda patut diacungi jempol dalam mendidik une.
      Menginspirasi saya ketika saya sudah punya anak nanti saya ingin meng-edukasi anak saya seperti apa yang saya pelajari selama ini, saya tau selama ini dan seperti yang bu ninda lakukan.

      Terimakasih banyak bu..

      Reply
      • The-A-Family 05th May 2017 at 11:49 am

        Hai Putri, punten baru balas ya. Sudah aku upload ya cerita tentang S2-ku. Sebenarnya aku sendiri pun masih perlu belajar banyak hehehe.. Terimakasih ya! 😀

        Reply
    3. Putri Yulianti Rahayu 25th March 2017 at 9:15 am -

      Bu ninda, jujur saya baca tulisan ini dengan berlinang air mata, terharu, bahagia, dan takjub dengan cerita kehamilan bu ninda. Saya yang hanya membaca bisa ikut hanyut dalam cerita bu ninda apalagi bu ninda yang mengalami sendiri bagaimana prosesnya. Alhamdulillah une bisa tumbuh sepintar ini karna memang bu ninda dan suami selalu melakukan yang terbaik untuk une selama dari didalam kandungan.

      Sehat selalu bu ninda dan baby nya. Semoga lancar sampai persalinan nanti, ❤️❤️

      Reply
      • The-A-Family 05th May 2017 at 11:47 am

        Aamiin ya Allah, terimakasih ya Putri 🙂 Salam kenal dari keluarga kami 🙂

        Reply
    4. @maulanilanni 24th March 2017 at 8:28 pm -

      Bu nindaaa terharu bgt bacanya, meskipun aku masih SMA gatau kenapa suka baca2 kisah gini, kangen sm ibu jadinya:(( semoga une mjd anak shalih,hafidz,bermanfaat bagi islam&negara ya bu nin, semoga calon adik une jga mjd anak yg shalihah&hafidzah, semangaaatt bu niiinnn 😘😘 #jadipengennikahmuda 😄

      Reply
      • The-A-Family 05th May 2017 at 11:46 am

        Ah iyaaa.. Aamiin ya Allah, terimakasih banyak ya sayang 😀

        Reply
    5. The-A-Family 02nd March 2017 at 9:17 pm -

      Waalaikumsalam Mba Tita, salam kenal yaaa.. Ya ampun, aku dan suamiku pas baca ceritamu langsung nganga selebar-lebarnya. 4 hari diinduksi 8 botol lalu sudah pembukaan 10 tapi nggak jadi melahirkan… Gila sih.. Kita salut banget, Mba! Mba sama sekali bukan produk gagal! *pamer otot* Tapi aku kebayang sih gayanya dokter Bob pas ngomong gitu gimana.. -_- Terus akhirnya sekarang kehamilan yang ini tetep sama dokter Bob atau pindah dokter, Mba? Itu Mba 4 hari diinduksi berarti di kliniknya beliau yg di Harmoni itu dong? Waduh.. Kebayang ya “nyamannya” 😀 😀 😀 Sehat-sehat ya Mbaaa.. Aku tunggu loh balesanmu 😉

      Reply
    6. destry 23rd February 2017 at 2:31 pm -

      Bu Nindaaaa, aku sukak banget bacanyaaaa, dari yang tadinya penasaran, senyam senyum baca kata-kata yang lucu, sampe merinding sendiri setelah aku selesai baca ceritanya. ternyata bu ninda udah nerapin selfhypnosis yang luar biasa hebat nya ih, aku seneng banget kalo ada ibu yang sangat peduli sama kehamilan dan mau memberikan yang terbaik untuk bayinya. tidak pernah ada kata terlambat untuk memberikan yang terbaik ya bunin, dan akhirnya apa yang selama kehamilan bu ninda harapkan dengan komunikasi ke janin didengar dengan baik sama baby une dan baby une pun membantu bu ninda untuk melewati semua proses nya sampai akhirnya bisa ketemu une didunia :). ak makin gak sabar pengen ketemu sama bu ninda dan juga une secara langsung hehe. ternyata ci unyee anak hypnobirthing jugaaa HEBAAAAT. 😉

      Reply
      • The-A-Family 02nd March 2017 at 9:19 pm

        Hai Destry! Iyaaa, ternyata bayi tuh pintar yaaa bisa ngerti apa yang diminta ibunya 🙂 Doain ya persalinan aku yang ini selancar pas persalinan Une dulu. Adiknya Une ini juga aku coba kasih hypnosis-hypnosis juga nih, hihihi 😀

        Reply
    7. Anindya 09th February 2017 at 9:12 am -

      Ibuuu, saya hamil muda dan baru tau pas bulan kedua. Baca blog ini bikin sukses netesin air mata haru dan sedih krn suami ldr jd ga bisa ambil kelas hypno bareng 😂😭 tp ikut seneeeng semoga kelak anakku jg sepinter une ya lahirnya 🙏🏻🙏🏻

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 8:06 pm

        Aamiin, semangat untuk kamu juga ya! Semoga lancaaar lahirannya, sehat-sehat kamu dan babynya 😀 Kalo mau nyontek kalimat hypno aku ke Une juga boleh banget kok, bisa kamu praktekin kalo lagi bareng sama suami di rumah 🙂

        Reply
    8. lina 07th February 2017 at 8:18 pm -

      ahhh terharu banget buninda kaya ikit kebawa suasana gituu 😂😂 ternyata une udah unyu dari lahir yaaa hhehe ,, semoga nanti adenya une lebih gampang ya bu nindaaa

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 8:04 pm

        Eyymmm udah unyu dari bayi dia, hihihi.. Aamiin ya Allah, semoga yang ini lancar kayak jalan tol pas orang-orang lagi pada mudik yaaa 😀

        Reply
    9. Teresa Gracia 06th February 2017 at 7:54 pm -

      Sangat terharu bacanyaa. Semoga dikehamilan kedua Bu Ninda dan Bayinya sehat selalu yaa ❤. Lancar sampe kelahirannya nanti. Ku tunggu ya Bu Ninda cerita ttg Ayah Dodonya hihi. Salam untuk Une yg makin ganteng 😚

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 8:03 pm

        Aamiin, terimakasih! Doa baik kembali padamu yaa 🙂

        Reply
    10. Nur Afni Laily 04th February 2017 at 10:22 pm -

      Sukaaa😍 suka banget mantengin ig & blog-nya bu ninda sama unee 😳
      Semoga dilancarkan ya bu nin. Sehat terus, selalu jadi inspirasi aku sampai aku nanti nikah & punya anak juga hehee
      Salam buat abang une 💕

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 8:02 pm

        Aamiin ya Allah, terimakasih sayang! Anyway, jangan lupa subscribe the-a-family.com ya supaya nggak ketinggalan cerita terbaru kami. Keep reading! 😀

        Reply
    11. Dhinar 04th February 2017 at 6:43 pm -

      Hi Kak Ninda. Buat aku baca cerita kak ninda ini bikin aku makin sayang sm Ibuku, jd tau gmn perjuangan melahirkan & kasih sayang Ibu sm anaknya. Makasih banyak ya kak.
      Aku followers Abang Une & Kak Ninda di IG, sehat sehat ya Kak Ninda & baby A yg lg di perut. Smg Allah selalu melindungi keluarga Kak Ninda. Amin

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 8:01 pm

        Ah, how sweet you are.. Salam buat ibumu ya sayang. Doa baik kembali kepada kamu dan keluarga ya 🙂

        Reply
    12. Pratiwi 03rd February 2017 at 11:52 pm -

      Assalamualaikum Ibu Ninda. Selamat ya bu atas kehamilan anak keduanya semoga lancar dan sehat selalu. Aamiin.
      Alhamdulillah aku jg lagi hamil anak pertama, masih 3 bln. Ibu Ninda aku mau tanya dong, waktu hamil Une dan hamil anak kedua ini untuk kosmetik seperti handbody, deodoran, bedak, dll ibu Ninda pake nya apa? Aku baca dari beberapa sumber katanya pemakaian kosmetik suka berbahaya untuk ibu hamil. Makanya aku bingung masih awam bgt hehehe.
      Mudah2an Ibu Ninda mau sharing ya… Mohon dibalas jik berkenan.
      Salam dari aku untuk Une dan Keluarga. Sehat dan Bahagia selalu ya Ibu Ninda 😊 Terima Kasih

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 8:00 pm

        Waalaikumsalam Tiwi! Waktu itu aku pernah tanya sama dokter kandunganku, katanya asalkan nggak ada zat pemutihnya sih aman (pemutih, pelangsing, peninggi kali yaaa hahaha). Kalo aku biasanya selama ini (dari sblm hamil) memang pakai produk yang ‘aman’, spt produknya Kiehl’s atau The Body Shop, untuk perawatan tubuh sehari-hari. Kalo selama hamil (dari zaman Une juga), aku selalu pakai productnya Mothercare. I recommend you Stretch Mark Cream and Leg & Foot Spray merk Mothercare, enak banget wanginyaaa dan pastinya very useful! 🙂

        Reply
    13. Shintiaty 03rd February 2017 at 10:32 pm -

      OMGGG bu Ninda!!! Unyu bgt ceritanya.. btw salam kenal ya, aku suka stalking ig Une dan bu Ninda. Aku juga suka baca2 blog bu Ninda. Ditunggu cerita selanjutnya ya:-)

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 7:35 pm

        Ah thank you sudah sering nongkrong di the-a-family.com! Keep reading our stories ya, dan jangan lupa subscribe! 😀

        Reply
    14. Nurika Mutiara Yona 03rd February 2017 at 10:31 pm -

      Bu Ninn so touching buuu. Terharu banget pas part bunin ngobrol sama une pas une masih diperut sampe nangis bacanya. Semoga kehamilan kedua berjalan lancar yaa buniin. Sehat selalu The-A-Family ❤❤ Salam kiss buat unee 😘

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 7:33 pm

        Terimakasih banyak doanya, and thank you for reading ya! 🙂

        Reply
    15. Re 03rd February 2017 at 9:51 pm -

      Terharu pake banget! ☺ Perjuangan seorang ibu itu luar biasa ya!

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 7:31 pm

        Hihihihi.. Mantap rasanya! 😀

        Reply
    16. Cantik Jiwani 03rd February 2017 at 8:50 pm -

      Bu nin, bacanya bikin aku netesin air mata, apalagi pas bagian doa doa dan kalimat kalimat yang bu nin samapaikam terus sama une waktu dia masih di dalam perut. Semoga une selalu bisa jadi anak yang sholeh yaa, anak yang selalu membanggakan orang tua dan membahagiakan orang orang disekitarnya 😊 Aamiin. Sehat sehat terus ya bu nin, semoga kehamilan kedua ini bisa lancar terus sampai adeknya une lahir nanti 😊 Salam sayang ya buat Une ❤️😘

      Reply
      • The-A-Family 13th February 2017 at 7:30 pm

        Aammin ya Allah.. Terimakasih ya untuk doanya, senang sekali bacanya 😀

        Reply

    Leave a Reply